Polda NTB Masih Selidiki Pengadaan Bibit Bawang Merah Bima

Syamsuddin Baharudin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyelidikan dugaan penyimpangan pengadaan bibit Bawang Merah Bima tahun 2015-2017 masih berlanjut. Klarifikasi saksi digeber lagi. Polda NTB menyatakan kasus itu belum berhenti diselidiki.

Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsuddin Baharudin menegaskan kasus itu kini masih dalam posisi tahap penyelidikan. “Kasusnya masih ditangani,” ujarnya ditemui akhir pekan lalu.

Terpisah, Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Syarif Hidayat mengatakan kasus itu belum dihentikan. Namun dia enggan menjelaskan rincian hasil penyelidikan sementara. ’’Masih penyelidikan. Kasusnya lanjut’’ ungkapnya.

Baca juga:  Mencuat, Dugaan Penjualan Lahan Kawasan Hutan Tahura Nuraksa

Dalam penyelidikan kasus itu, penyidik sudah mengklarifikasi kelompok petani di 13 kecamatan di Kabupaten Bima. saksi lainnya

antara lain pejabat Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, seperti pejabat pembuat komitmen, dan kuasa pengguna anggaran.

Pengadaan bibit bawang merah di Kabupaten Bima tahun 2015 sebesar Rp 18 miliar. Rekanan proyek CV AP memenagi tender senilai Rp17,2 miliar. Untuk tahun 2016, bibit disediakan PT LB dengan kontrak Rp24,3 miliar untuk tahap pertama. Tahap kedua kontraknya Rp16,1 miliar yang dikerjakan PT QPI.

Baca juga:  Ditreskrimsus Selidiki Hibah KONI se-NTB

Kemudian apda tahun 2017, Kabupaten Bima mendapat kucuran anggaran lagi dari APBN utnuk pengadaan bibit bawang merah tersebut. Kali itu, CV CA memenangi kontrak pengadaan sebesar Rp2,1 miliar. Pengadaan tersebut sebelumnya menjadi temuan Inspektorat Jenderal Kementan RI. (why)