Kasus Dermaga Gili Air 2017, Penyidik Siapkan Gelar Perkara Penetapan Tersangka

Syarif Hidayat (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik menyelesaikan pemeriksaan saksi-saksi kasus dugaan penyimpangan proyek dermaga Gii Air 2017. Cek fisik ahli sedang tahap penyelesaian. Begitu juga dengan penghitungan kerugian negara. Penyidik bersiap gelar perkara untuk penentuan tersangka.

Hal itu ditegaskan Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Syarif Hidayat dikonfirmasi Sabtu, 17 Agustus 2019. “Gili Air mungkin September sudah bisa serahkan berkas tahap satu ke jaksa,” jelasnya.

Untuk menuju fase pelimpahan berkas. Penyidik akan melengkapi penyidikan masing-masing berkas dengan tersangka lebih dulu. Nantinya setelah pemeriksaan saksi dan ahli mencukupi.

Baca juga:  Saksi Kasus Alsintan Segera Diperiksa

“Sebelum berkasnya dilimpahkan, penetapan tersangka dulu. Nanti kita akan gelar perkara,” sebut dia.

Dalam kasus itu, penyidik sedang menanti hasil penghitungan kerugian negara dari auditor BPKP. Sementara saksi yang dimintai keterangan sudah bertambah.

Antara lain para saksi itu kadis dan mantan kadis Hublutkan KLU, pejabat pembuat komitmen proyek, konsultan pengawas, panitia pemeriksa hasil pekerjaan, konsultan pengawas, distributor item barang, rekanan pelaksana, dan ahli.

Baca juga:  Lagi, Jaksa Periksa Dua Tersangka Kasus Modal Kerja Perumahan Dompu

Kasus itu sudah ditangani di tahap penyidikan setelah ditemukan dua alat bukti permulaan yang cukup. Diantaranya penyalahgunaan kewenangan yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.

Modusnya diduga pengerjaan proyek tidak sesuai spesifikasi dan volume pekerjaan. Namun proyek yang diresmikan pada Januari 2018 itu tetap dibayar penuh. Dermaga Gili Air pada tahun 2017 digarap dengan nilai Rp6,28 miliar. (why)