Terduga Pengedar Peralat Keluarga untuk Bisnis Narkoba

Tersangka AG, yang diduga menjadi kurir sabu 484,55 gram, Rabu, 14 Agustus 2019 dihadirkan penyidik BNNP NTB. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Modus pelaku peredaran narkoba tambah beragam. Seperti yang dipakai tersangka AG (33). Pria ini memanfaatkan istri dan sepupunya untuk terlibat dalam bisnis narkoba. Hal itu terungkap dalam penangkapannya dengan barang bukti 484,55 gram.

Kepala BNN Provinsi NTB Kombes Pol Gde Sugianyar Dwi Putra menerangkan, tersangka AG menggunakan modus pengiriman paket kilat untuk memasok sabu dari Jakarta. Pasokan sudah datang totalnya sebanyak tiga kali. “Pengirimnya diatasnamakan online shop yang beralamat di Jakarta. Sabu ini rencananya akan diedarkan di Lombok Timur,” ucapnya, Rabu, 14 Agustus 2019 kemarin.

Turut hadir Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Sudjarwoko, Kasatnarkoba Polres Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, dan Kabid Pemberantasan BNNP NTB AKBP Denny Priadi. Paket kiriman berisi sabu itu dengan keterangan pengirim Rocky Shop asal Jakarta. Penerima ditujukan untuk Elis S dengan alamat Pagesangan Indah, Pagesangan, Mataram. Alamat itu hanya sebagai pengelabuan.

Baca juga:  Lagi, Residivis Pengedar Sabu Tertangkap

Tersangka AG melibatkan istrinya

SR serta sanak familinya, AF yang masih berhubungan darah sebagai sepupu. Dua orang ini, SR dan AF tertangkap lebih dulu di parkiran kantor agen paket kilat, pada Jumat (9/8) lalu siang sekitar pukul 13.20 Wita. Rupanya dua orang tersebut hanya suruhan. Tersangka AG menunggu di mobil saat SR dan AF mengambil kotak paket berisi sabu sebanyak lima paket itu. Mereka bertiga ditangkap beriringan.

Baca juga:  Pelajar Penyalahguna Narkoba Naik 25 Persen

“Istri dan sepupunya tersangka ini mengaku hanya disuruh tersangka AG. Mereka tidak mengetahui apa isi paket tersebut. AG ini tahu isinya. Setiap berhasil mengantar, tersangka ini mendapatkan Rp5 juta,” sebut Sugianyar. Tersangka AG sebelumnya sudah berhasil mengantarkan sabu pesanan itu pada April dan Mei 2019 lalu. Tersangka mengklaim tidak mengenal si pengirim.

“Tersangka telah melibatkan istri dan sepupunya untuk melanggar hukum. Saya imbau masyarakat untuk hati-hati terhadap modus baru peredaran narkoba. Jangan mudah menerima atau mengambil titipan dari sumber yang tidak jelas,” pungkas Sugianyar. (why)