Kasus Sewa Lahan Tower Desa Sesela, Empat Orang Diduga Bersekongkol

Ketut Sumedana (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kejari Mataram membidik lebih dari satu calon tersangka dalam dugaan korupsi sewa lahan tower aset Desa Sesela, Gunungsari, Lombok Barat tahun 2018. Vendor tower telekomunikasi diduga menyewa lahan tidak sesuai ketentuan. Uang sewa lahan masuk ke rekening pribadi pejabat desa.

“Itu sekurang-kurangnya ada empat orang yang terlibat,” beber Kepala Kejari Mataram Dr Ketut Sumedana, dikonfirmasi Selasa (13/8) kemarin. Jaksa penyidik Pidsus menemukan indikasi penggunaan yang sewa yang tidak sesuai. Prosesnya, uang sewa dari perusahaan vendor tidak disetorkan melalui rekening yang sah sebagai pendapatan desa.

Baca juga:  Kontraktor Proyek Kapal SMK di Dikbud NTB Didenda

“Uang sewa dibayarkan lewat rekening ketua RT dengan sepengetahuan pejabat desa. Itu jumlahnya Rp350 juta. Seharusnya kan itu masuk untuk desa,” jelasnya. Nilai sewa sejumlah itu untuk masa selama 10 tahun terhitung sejak tahun 2018. Lahan yang disewakan untuk pendirian tower telekomunikasi itu lokasinya tepat di belakang Kantor Desa Sesela.

“Uang yang masuk lewat rekening tidak sah maka penggunaannya menjadi tidak sah. Kemarin-kemarin baru Kadesnya itu setorkan ke rekening desa. Kasus di penyidikan. Pengembalian itu tidak menghapus tindak pidana,” jelas Sumedana. Dia menambahkan, jaksa penyidik akan memanggil kembali saksi-saksi dalam kasus tersebut. Sebelumnya para saksi sebanyak 10 orang sudah diklarifikasi di tahap penyelidikan.

Baca juga:  Kasus Sandang Pangan Lotim 2014, Bagi Parsel Lebaran Tanpa Aturan Teknis

Pemanggilan saksi untuk pemeriksaan ini untuk keperluan kasus yang sudah naik ke tahap penyidikan. Mereka antara lain mantan kades dan kades Sesela, pejabat pemerintahan desa, jajaran direktur perusahaan vendor PT BW, dan masyarakat. “Intinya kasus ini sudah terang benderang. Secepatnya kita selesaikan agar bisa segera disidangkan,” pungkas mantan jaksa KPK yang akan promosi menjadi Aspidsus Kejati Jawa Tengah ini. (why)