KPK Limpahkan Berkas Liliana Hidayat ke PN Mataram

Tersangka pengelola resort Wyndham Sundancer Lombok, Liliana Hidayat (tengah) meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu, 31 Juli 2019. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Kasus suap penghentian kasus keimigrasian di Imigrasi Mataram masuk meja Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Mataram. KPK melimpahkan berkas terdakwa Liliana Hidayat. Direktur PT Wisata Bahagia Indonesia itu didakwa memberi suap sebesar Rp1,2 miliar.

KPK melimpahkan berkas perkara Liliana Selasa, 13 Agustus 2019. Ketua Pengadilan Negeri Mataram Isnurul Syamsul Arif mengonfirmasi pelimpahan tersebut. “Perkara sudah terregistrasi,” ucapnya.

Perkara itu terdaftar dengan nomor 30/Pid.Sus-TPK/2019/PN Mtr. KPK bakal mengerahkan penuntut umum Bayu Satriyo. Sidang akan digelar pekan depan. Terdakwa dalam kondisi pembantaran dari penahanan karena alasan sakit.

“Dari KPK terdakwa ini dibantarkan dari penahanan. Nanti jika diperlukan kami akan terbitkan penahanan baru untuk terdakwa,” jelasnya.

Baca juga:  Di Pengadilan, Jaksa KPK Beberkan Kronologi Suap ke Imigrasi Mataram

Isnurul mengatakan bahwa sudah menandatangani penetapan komposisi majelis hakim yang akan menyidangkan perkara tersebut. Antara lain, Isnurul sebagai ketua majelis hakim, didampingi dengan hakim anggota Fathurrauzi dan Abadi.

“Pada dasarnya kami sudah berpengalaman dalam menyidangkan perkara dari KPK. Majelis sudah siap,” imbuh Juru Bicara Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram Fathurrauzi. KPK sebelumnya membongkar kasus itu pada akhir Mei lalu. Kasus setop kasus itu menyeret mantan Kepala Kantor Imigrasi Kelasi I Mataram, Kurniadie.

Kurniadie diduga menerima suap Rp1,2 miliar. Selain itu, mantan Kasi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Yusriansyah Fajrin juga diduga menerima suap. Suap tersebut terkait upaya penghentian kasus pelanggaran izin tinggal dua WNA yang bekerja di Wyndham Sundancer Resort Sekotong, Lombok Barat. Duit suap disetor oleh Direktur PT Wisata Bahagia Indonesia, Liliana Hidayat selaku pengelola Hotel Sundancer tersebut.

Baca juga:  PN Mataram Siap Sidangkan Kasus Suap Kurniadie

Awalnya, Liliana hendak menyetor Rp300 juta. Namun, bagi Kurniadie uang sebanyak itu belum cukup untuk menghentikan kasus yang menjerat WNA asal Australia Bower Geoffery William (60) dan WNA asal Singapura Manikam Katherasan (48). KPK menciduk Kurniadie di rumah dinasnya di Mataram, Selasa dini hari, 28 Mei 2019. setelah menangkap Liliana pada Senin petang, 27 Mei 2019. (why)