Inspektorat Ingatkan Kontraktor Waduruka

Ibnu Salim (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Inspektorat Provinsi NTB kembali mengingatkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek Dermaga Waduruka, Kecamatan Langgudu  Kabupaten Bima agar memproses denda keterlambatan pekerjaan. Sebab hingga awal Agustus, belum ada progres pembayaran denda senilai Rp Rp286.752.287.

‘’Kita masih menunggu penyelesaian denda dari rekanan,’’ kata Inspektur Provinsi NTB, Ibnu Salim, SH.,M.Si Senin, 12 Agustus 2019.

Meski pernah disampaikan sebelumnya, pihaknya kembali mengingatkan kepada PPK agar terus melakukan penagihan kepada rekanan soal denda tersebut. Sebab jika tidak, maka akan menjadi temuan berulang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca juga:  Kasus Sandang Pangan Lotim 2014, Bagi Parsel Lebaran Tanpa Aturan Teknis

‘’PPK untuk berkoordinasi tindak lanjut yang menjadi temuan BPK dengan mitranya, yaitu pihak kontraktor Waduraka agar segera menyelesiakan denda tersebut,’’ sarannya.

Pihaknya belum tahu persis alasan pihak rekanan belum membayar denda ke kas daerah, termasuk kendala yang dihadapi PPK.

Inspektorat  bahkan telah meneruskan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) hingga menyurati PPK dan rekanan. Kendati demikian, timnya terus melakukan monitoring sembari menunggu sikap proaktif rekanan.

‘’Infonya akan segera disetor,’’ katanya.

Pada  kesempatan sama, Ibnu Salim juga membeberkan penyelesaian denda kerugian daerah oleh KONI Provinsi NTB. Pihak KONI sudah menyetorkan semua temuan ke kas daerah senilai Rp 256.969.215.

Baca juga:  Pengadaan Alsintan Sumbawa Dilaporkan ke Kejaksaan

Dari total itu, dikurangi Rp  15.100.000 yang disisihkan untuk membayar honor panitia sesuai temuan sebelumnya.  ‘’Jadi total yang disetor ke kas daerah sebesar Rp. 254.367.115.  Sudah selesai semua,” pungkasnya.

Terpisah, PPK Proyek Waduruka, Mustakim, ST.,MT mengakui hingga kini belum ada penyelesaian dari rekanan untuk pembayaran denda dimaksud. Ia pun mengaku belum tahu persis kendalanya. “Kita sudah surati, tidak tahu apa kendalanya,” jawabnya singkat. (ars)