Polda NTB Sasar Tiga Titik PETI

Purnama (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB telah membentuk tim khusus penertiban pertambangan tanpa izin (PeTI). Tim tengah mengidentifikasi titik lokasi penambangan mineral. Tiga yang sudah dibidik antara lain Prabu, Lombok Tengah; Sekotong, Lombok Barat; dan Lamuntet, Sumbawa Barat.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol H. Purnama, Jumat, 9 Agustus 2019. “Tim satgas khusus untuk mengatasi permasalahan PETI sudah dibentuk,” ujarnya. Purnama menambahkan, tim satgas khusus itu untuk langkah awal diberi perintah untuk melakukan upaya persuasif. Para penambang di lokasi PETI diminta untuk menghentikan aktivitasnya.

Baca juga:  DPR RI Desak Aparat Tindak Tegas Aktivitas Penambangan Liar

“Sasarannya ada beberapa TKP seperti di Sekotong, Lombok Barat. Prabu, Lombok Tengah dan Lamuntet, Sumbawa Barat. sampai saat ini kami masih melakukan tindakan persuasif,” sebutnya. Upaya itu, sambung Purnama, dilakukan sebagai peringatan awal. Sosialisasinya berupa penjelasan bahwa lokasi penambangan tersebut tidak memiliki izin eksplorasi maupun eksploitasi.

Sembari memberi persuasi kepada para penambang, Polda NTB pun mengidentifikasi peredaran prasarana pendukung aktivitas tambang. Misalnya bahan-bahan yang dipakai untuk memurnikan emas dari bongkahan batu. “Pertambangan ini kan ada bahan bakunya yang dijual gelap. Itu kita upayakan stop peredarannya, seperti bahan bakarnya, merkuri, atau potasium,” jelasnya.

Baca juga:  Lombok Tertutup untuk Tambang Mineral

Hal itu menurutnya akan menutup suplai aktivitas penambangan. Yang mana, dengan berkurangnya bahan utama pemurni emas maka aktivitasnya juga berkurang. Penggunaan bahan kimia tersebut disinyalir merusak lingkungan. “Makanya itu ini harus dihentikan. Caranya bertahap,” tandas Purnama. (why)