“Serangan Fajar” Polres Mataram ke Bandar ATM Sabu

Kasatresnarkoba Polres Mataram Kadek Adi Budi Astawa (kiri) memimpin penggerebekan lokasi ATM sabu di Abiantubuh Utara, Cakranegara, Mataram, Kamis, 8 Agustus 2019 pagi kemarin. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Peredaran modus sabu rupanya tak sedikit dipraktikkan para bandar. Setelah dua lokasi sebelumnya terbongkar, satu lokasi lagi di Abiantubuh, Cakranegara terungkap juga. Empat pelaku diamankan dengan barang bukti 33 poket sabu seberat 30 gram.

Para pelaku peredaran sabu tak menyangka pagi buta Kamis, 8 Agustus 2019 bakal kedatangan polisi. Mereka yang menerima kiriman sabu untuk stok harian. Sabu poket besar sedang dipisah-pisah menjadi poket kecil saat polisi datang sekitar pukul 06.00 Wita.

Kasatresnarkoba Polres Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa menjelaskan, penggerebekan itu setelah pihaknya menerima informasi adanya pengiriman sabu yang dikoordinasi seorang bandar berinisial NG. “Berdasarkan informasi itu kami lakukan serangan fajar. Sabu diantarkan dua orang menggunakan tas ransel,” ucapnya dikonfirmasi di sela-sela penggerebekan di Lingkungan Abiantubuh Utara, Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Cakranegara, Mataram.

Baca juga:  Sepasang Calon Pengantin Kepergok Dagang Sabu

Serah terima sempat terjadi. Namun, pelaku NG bersama satu kawannya melarikan diri. Tersisa pelaku WL yang saat itu sedang memegang tas ransel. Sementara tiga pelaku lainnya, ditemukan di dalam rumah. “Mereka sedang memecah barang barang menjadi poketan kecil siap edar. Setelah kita hitung itu ada 30 poket. Ditambah dengan yang baru datang itu tiga poket besar. Total beratnya 30 gram,” kata Adi.

Rumah yang dijadikan loket ATM itu tertutup rapat setiap harinya. Hanya disediakan dua lubang yang dipakai untuk bertransaksi. Tak ketinggalan, satu kamera CCTV menyorot area di depan lubang. Satu CCTV lainnya di atas pohon untuk memantau situasi. Pelaku WL mengaku sudah setahun belakangan ini beraksi. “Sebelumnya dia ini buka tutup. Tetapi karena di sampingnya, pelaku GJ sudah terbongkar duluan, dia jadinya buka setiap hari,” ungkap Adi.

Baca juga:  Janda IRT Lanjutkan Bisnis Jual Sabu Suami

Adi menjelaskan pihaknya masih menyelidiki kasus itu. Dari empat pelaku yang diamankan, salah satunya ada yang merupakan pecatan polisi. “Kita masih perlu gelar perkara dulu. Peran-perannya mereka ini masih kita dalami,” ujarnya.

Di lokasi yang persis bersebelahan, Polres Mataram sebelumya pada awal Juli lalu sudah melakukan penggerebekan. Modusnya sama, ATM sabu yang diduga dikomandoi seorang bandar berinisial GJ. (why)