Kasus CSR PDAM Giri Menang, Kades Lingsar Diperiksa sebagai Tersangka

Ketut Sumedana (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kades Lingsar Kecamatan Lingsar, Lombok Barat SY akhirnya menghadap penyidik Pidsus Kejari Mataram. Hal itu untuk keperluan pemeriksaannya sebagai tersangka. Tersangka SY diduga korupsi dana CSR PDAM Giri Menang sebesar Rp165 juta.

Pemeriksaan itu dikonfirmasi Kepala Kejari Mataram Dr Ketut Sumedana saat ditemui Selasa, 6 Agustus 2019 di Kantor Kejati NTB. “Kades sudah diperiksa. Sebagai tersangka,” ungkapnya.

Pemeriksaan tersangka, sambung dia, untuk menggali keterangan mengenai penggunaan uang yang dihajatkan untuk kegiatan desa. Penyidik sebelumnya menemukan indikasi bahwa dana dipakai untuk keperluan pribadi Kades yang baru menjabat lima bulan itu.

Baca juga:  Investigasi Balai Sertifikasi Benih, 198 Ton Bibit Jagung Diduga Palsu

Usai pemeriksaan, tersangka masih diberi kesempatan untuk pulang. Tersangka diminta menunggu jadwal pemeriksaan selanjutnya. “Kalau memang ada keterangan yang diperlukan, tersangka akan dipanggil lagi,” sebut Sumedana.

Kades Lingsar, SY ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana CSR sebesar Rp165 juta dari PDAM Giri Menang. Dana sebesar itu masuk melalui rekening pribadi SY. Setelah menerima transfer dana, SY tidak membawa dana itu dalam pembahasan bersama BPD.

Baca juga:  Kejagung Usut Dugaan Pengadaan Bibit Jagung 2017

Melainkan, seperti hasil penyidikan, dana dipakai untuk keperluan pribadi SY. Penggunaannya diduga tidak sesuai dengan perjanjian. Berdasar tujuan pemberiannya, dana CSR dihajatkan untuk kegiatan reboisasi, kegiatan sosial, serta stimulus modal usaha. Dana itu diduga dipakai Kades untuk dibagikan sebagai tunjangan hari raya (THR) saat Idul Fitri 1440 H 2019 lalu. Atas perbuatannya, itu, tersangka SY dijerat dengan pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (why)