Indikasi Penyimpangan Dana RTG, Polda NTB Bakal Periksa Pokmas dan Aplikator

Proses pembangunan RTG di Pulau Lombok. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB menerima laporan masyarakat terkait indikasi pungutan atas dana bantuan perbaikan rumah terdampak gempa Lombok. Indikasi tersebut muncul di wilayah Lombok Utara dan Lombok Barat.

Penyidik diperintahkan untuk memeriksa kelompok masyarakat (Pokmas) Rumah Tahan Gempa (RTG) dan rekanan aplikator RTG. Penyidik Subdit III Tipikor sudah diterjunkan untuk menyelidiki kualitas bangunan RTG. Hal itu sekaligus memeriksa Pokmas dan aplikator RTG menindaklanjuti laporan indikasi pungutan.

“Aplikatornya kita panggil langsung,” tegas Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsuddin Baharuddin dikonfirmasi akhir pekan lalu. Pihaknya mulai menyelidiki berdasarkan laporan masyarakat. “Namanya laporan, mereka pakai surat. Kita tindaklanjuti,” sebutnya.

Baca juga:  Percepat Rehab-Rekon, Danrem Tawarkan Skenario TMMD

Syamsuddin belum membeberkan indikasi pungutan dan potongan tersebut. Laporannya, pungutan itu terhadap dana yang dipakai untuk membangun RTG. Nilai potongannya pun masih perlu diverifikasi ulang. Termasuk apakah indikasi itu berupa potongan dari harga pembelian bahan-bahan bangunan. Ketidaksesuaiannya memengaruhi kualitas bangunan RTG.

“Nah ini masih dicek dulu. Masyarakat yang melaporkan ini juga kita mintai keterangan,” kata Syamsuddin. Progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa Lombok masih berlangsung. Catatan BPBD Provinsi NTB per 27 Juli 2019, dana bantuan diberikan sebesar Rp5,11 triliun.

Sebanyak Rp4,86 triliun sudah disalurkan ke masyarakat. Sementara dana yang masih di rekening masyarakat Rp908,43 miliar. Sedangkan dana yang sudah ditransfer ke rekening Pokmas mencapai Rp3,95 triliun.  Pokmas yang terbentuk sebanyak 9.111 kelompok yang terdiri dari 165.049 KK.

Baca juga:  Dilaporkan ke Polisi, Oknum Aplikator Kembalikan Uang RTG

Rinciannya Pokmas rumah rusak berat 5.011 kelompok dengan 62.122 KK; rumah rusak sedang 1.104 kelompok terdiri dari 23.233 KK; dan Pokmas rumah rusak ringan 2.996 kelompok yang isinya 79.704 KK.

Rekonstruksi rumah sedang dalam pengerjaan 90.886 unit terdiri dari 35.544 rusak berat; 15.347 rumah rusak sedang; dan 39.995 rumah rusak ringan. Sementara yang sudah selesai sebanyak 57.113 unit diantaranya 14.377 rumah rusak berat; 9.702 rumah rusak sedang; dan 33.034 rumah rusak ringan. (why)