Kasus Dana Bantuan Masjid Gempa Lombok, Basuki Kembalikan Rp19 Juta

Staf KUA Gunungsari terdakwa pungutan dana bantuan masjid terdampak gempa Lalu Basuki Rahman usai menyampaikan nota pembelaan dalam sidang, Jumat, 2 Agustus 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Terdakwa Lalu Basuki Rahman menyampaikan nota pembelaannya atas tuntutan pidana perkara pungutan dana bantuan masjid terdampak gempa. Staf KUA Gunungsari Lombok Barat ini mengembalikan uang Rp19 juta yang pernah dipungutnya dari pengurus masjid. Harapannya, Basuki mendapat putusan yang adil dari hakim.

Hal itu disampaikan penasihat hukumnya Deni Nur Indra dikonfirmasi Jumat, 2 Agustus 2019 kemarin. Nota pembelaan Basuki sudah disampaikan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram.

Deni menyebutkan bahwa Basuki mengembalikan Rp10 juta ke Masjid Baiturahman Limbungan Gunungsari; Rp 5 juta ke Masjid Dusun Medas Bedugul; dan Rp4 juta ke Masjid Quba Taman Sari.

“Pengembalian uang itu diharapkan menjadi pertimbangan majelis hakim memberi putusan yang seadil-adilnya untuk Pak Basuki,” jelas Deni. Pengembalian itu, sambung dia, dibuktikan dengan nota kuitansi bermaterai Rp6.000.

Selain itu, Basuki juga menyerahkan bukti pembelian kredit satu sepeda motor Yamaha Vario. Hal itu untuk menunjukkan bahwa motor yang disita sebagai barang bukti itu bukan hasil dari kejahatan. “Itu waktu tertangkap tangan memang ditemukan uang di dalam motornya. Tapi itu motornya dia yang dia beli sendiri. Bukan dengan uang dari hasil memungut itu,” jelasnya.

Ketua majelis hakim Anak Agung Ngurah Rajendra kemudian memberikan kesempatan kepada jaksa penuntut umum untuk menyampaikan tanggapan atas pledoi terdakwa atau replik. Sidang bakal digelar lagi pada Selasa pekan depan.

Sebelumnya jaksa penuntut umum Nurul Syuhada mengajukan tuntutan pidana terhadap Basuki dengan penjara selama dua tahun enam bulan. Serta pidana denda Rp50 juta subsider dua bulan kurungan.

Basuki menyampaikan apabila pengurus masjid tidak menyerahkan syarat pungutan tersebut maka bantuan akan dialihkan ke masjid lain. Total dana yang diambil Basuki Rp49 juta, sebagiannya disetor ke terdakwa M Ikbaludin, Kasubbag TU Kemenag Lombok Barat.

Basuki tertangkap tangan sedang mengambil pungutan dari pengurus Masjid Baiturrahman Limbungan, Gunungsari, Lombok Barat pada Senin (14/1) sebesar Rp10 juta.

Basuki diduga memungut dari empat antara lain, masjid Masjid Nurul Huda mendapat Rp100 juta dipotong Rp20 juta, Masjid Al-Ijtihad menerima bantuan Rp50 juta dan dipotong Rp10 juta, serta Masjid Quba’ dimintai kembali Rp9 juta dari total Rp50 juta yang diterima. (why)