Narkoba Rambah Kalangan PNS hingga Mahasiswa

Direktur Resnarkoba Polda NTB Sudjarwoko (kanan) menunjukkan barang bukti narkoba, Kamis, 1 Agustus 2019 yang diungkap dalam 40 kasus dan menyeret 62 tersangka selama bulan Juni lalu. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Jajaran Polda NTB menangkap 62 tersangka pengedar dan bandar narkoba selama bulan Juni lalu. Mereka terungkap dari penanganan 40 kasus. Total barang bukti yang disita 294,9 gram sabu; 38,63 gram ganja; dan 12,5 butir ekstasi; serta 80 butir obat keras daftar G. Para pelaku diantaranya punya jaringan sampai ke Malaysia.

Hal itu dipaparkan Direktur Resnarkoba Polda NTB Kombes Pol Sudjarwoko, Kamis, 1 Agustus 2019 kemarin didampingi Kabid Humas Kombes Pol H Purnama. “Barang ada yang dikirim dari Kalimantan, tersangkanya masih DPO. Jaringan Malaysia,” bebernya. Dia menambahkan bahwa sudah ada koordinasi Polda NTB dengan Polda wilayah lain yang selama ini diidentifikasi wilayah hukumnya berkaitan dengan peredaran narkoba di NTB. “Itu polda yang daerahnya berpotensi mengirim narkoba ke sini,” ucap Sudjarwoko.

Baca juga:  Sepasang Calon Pengantin Kepergok Dagang Sabu

contohnya dalam kasus yang melibatkan tiga tersangka yakni SW, MA, dan MR. Tiga orang itu beroperasi untuk wilayah edar Dompu yang barang haramnya dikirim dari Pontianak, Kalimantan Barat. Tersangka MR menerima kiriman sabu lewat buku yang tengahnya dilubangi. Hal itu bukan modus baru sehingga mudah terbongkar.

Modus pengiriman lewat paket kilat juga sudah semakin sering. Penggunaan mesin x-ray khusus mampu mendeteksi sabu meski sudah disembunyikan dengan berbagai modus oleh para pelaku. Sudjarwoko menjelaskan bahwa para pelaku narkoba tersebut melibatkan berbagai kalangan. Diantaranya satu orang PNS, lima orang mahasiswa, 24 orang pekerja swasta, 18 orang wiraswasta, empat orang buruh, dua petani, dan delapan orang pengangguran.

Baca juga:  Sepasang Calon Pengantin Kepergok Dagang Sabu

“Yang dari mahasiswa kita sita sekitar 22,72 gram sabu dan 0,39 ganja. Diduga diedarkan di kalangan mereka,” sebutnya

Tren pengungkapan kasus pada bulan Juni, kata Sudjarwoko, meningkat. Sebabnya, jajaran Polda NTB dan Polres di bawahnya sudah diperintahkan untuk semakin ketat membongkar kasus. “Tiap hari tiap saat harus ada pembersihan narkoba,” tegasnya. (why)