Ada Mafia Terorganisir di Balik Pembalakan Hutan Tambora?

Kayu hasil pembalakan liar yang diamankan petugas di kawasan hutan Tambora. (Suara NTB/dinaslhkntb)

Mataram (Suara NTB) – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTB mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) segera menangkap pelaku pembalakan liar (illegal logging) di Tambora. Dengan begitu, akan mengungkap indikasi jaringan mafia terorganisir yang melakukan pembalakan di kawasan hutan Tambora.

Direktur Eksekutif Walhi NTB, Murdani menilai, disitanya kayu olahan di lembah Gunung Tambora yang masuk Dusun Garuda, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu itu, hanya salah satu dari banyak peristiwa sama sebelumnya.  Ia menduga ada mafia yang terus beraktivitas di kawasan tersebut, bahkan leluasa karena diduga ada perlindungan oknum aparat.

“Ini bukan perilaku baru. Ini sudah menjadi praktik lama di Tambora melibatkan jaringan mafia kayu. Jadi kami mendesak Dinas LHK segera menangkap pelaku, supaya terungkap jaringannya siapa saja?  Kalau ada oknum aparat, segera tindak,” tegas Murdani kepada Suara NTB, Kamis, 1 Agustus 2019.

Jika ada keterlibatan oknum, maka harus ada perlakuan  sama kepada masyarakat biasa yang melakukan penebangan. Kejadian itu menurutnya harus menjadi pembuktian bahwa Dinas LHK, TNI dan Polri tegas memberantas pembalakan liar di Tambora.

Baca juga:  200 Petugas Razia Perladangan Liar di Hutan TNGR

“Apalagi Dinas LHK punya PPNS sendiri. Kalau ada oknum, kan bisa diproses internal, jangan hanya kepada masyarakat biasa,’’ tandasnya. Harapan sama disampaikan kepada unsur TNI dan Polri.  Walhi NTB saat ini sedang menginventarisir bukti pendukung terkait keterlibatan mafia di balik illegal logging Tambora untuk jadi bahan diungkap ke publik.  Pihaknya ingin bukti itu menjadi dasar  Pemprov NTB, TNI dan Polri begerak melakukan pembersihan para mafia kayu.

Masih Diburu Aparat 

Kelompok Pengamanan Hutan (KPH) Tambora Dinas LHK Provinsi NTB bersama TNI dan Polri sedang berusaha memburu pelaku illegal logging di kawasan Gunung Tambora beberapa waktu lalu. Pelaku lolos saat petugas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) penyimpanan kayu. Sementara petugas hanya bisa menyita barang bukti kayu  hasil olahan.

‘’Sampai saat ini kami masih melakukan pengejaran. Memang belum ada yang diproses dan ditangkap,” kata Kepala KPH Tambora, Burhan, SH kepada Suara NTB, Kamis, 1 Agustus 2019.

 Sampai saat ini, ia bersama Camat, Danramil, Kapolsek terus  bergerak melakukan pengejaran pada kelompok pelaku. Ia mengerahkan personel untuk memantau jalur keluarnya kayu di kaki Gunung Tambora hingga mengarah ke pemukiman penduduk. Diakuinya cukup kesulitan melacak, karena pelaku tidak membawa barang bukti. Selain itu, jarak lokasi penyisiran dengan jalur keluar cukup jauh, sehingga banyak jalur para pelaku untuk keluar.

Baca juga:  200 Petugas Razia Perladangan Liar di Hutan TNGR

Sama dengan pendapat Walhi, dia juga menduga ada kelompok mafia yang terorganisir di balik aktivitas illegal logging tersebut sehingga lolos dari pantauannya. Apalagi melihat situasi di lokasi, pelaku tidak hanya menebang, tapi sampai pada proses pengolahan kayu balok.

Peran mafia dilihatnya dari pemilihan lokasi yang masih terjangkau sinyal seluler. Cara itu untuk memudahkan eksekutor atau para penebang di hutan dengan mafia yang mengendalikan di luar kawasan Tambora.

‘’Lokasi tempat kejadian tersebut dipilih yang ada sinyal HP.  Sehingga begitu tim bergerak, sudah ada informasi ke atas (hutan), mereka lolos dari pengejaran,’’ ungkapnya. Namun timnya tidak patah semangat untuk memburu dan menangkap para pelaku hingga mengungkap aktor di balik aktivitas illegal logging itu. (ars)