Pemberantasan Narkoba Karang Bagu, Pemerintah Perlu Sentuh Ekonomi Warga

Kapolres Mataram Saiful Alam menggeledah salah satu sudut rumah RN yang dilengkapi arena biliar dan toko kelontong kecil. Terdapat sebuah berugak yang disinyalir kerap dijadikan tempat pesta sabu.  (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Untuk kesekian kalinya rumah warga Lingkungan Karang Bagu, Karang Taliwang, Cakranegara, Kota Mataram digerebek polisi. Tidak lain karena dugaan peredaran narkoba. Warga meminta bantuan pembangunan ekonomi kemasyarakatan. Mudah untuk mencari pengganti sebesar penghasilan dari menjual narkoba.

Hal itu diungkapkan Kepala Lingkungan Karang Bagu, Sahrun kala Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam berkunjung, Kamis, 25 Juli 2019. Kunjungan itu terkait penangkapan tujuh orang yang diduga sedang pesta sabu. “Kami butuh penanganan berkelanjutan,” sebut Sahrun ketika ditemui usai olah TKP penggerebekan. “Ini pakai jalan keluar ekonomi,” imbuhnya.

Sahrun tahu benar sebab sebagai warga asli, narkoba tak pernah muncul di Karang Bagu sebelum tahun 2000 silam. Dia menyebut orang luar kali pertama membawa ganja. Lambat laun warga setempat ikut-ikutan. “Jual narkoba ini kan jalan pintas tidak memikirkan risiko. Kerja sedikit hasilnya banyak. Kalau buka usaha UMKM, uangnya kecil, kerjanya juga butuh keras. Maka mereka ini perlu dikasih sentuhan pemerintah dalam hal ekonomi,” jelasnya.

Baca juga:  Janda IRT Lanjutkan Bisnis Jual Sabu Suami

Sahrun merasa jengah dengan stigmatisasi kampung narkoba. Sebabnya daerah itu masuk zona merah peredaran narkoba. Kalau ada keseriusan pemerintah sebagai pihak yang punya kewenangan, menurut dia tidak sulit menghilangkan narkoba dari kampung yang dihuni 480 KK itu. “Bagi saya ini juga musibah, ini bencana untuk tempat saya. Kalau saya tidak mau mundur, walaupun setiap waktu saya selalu diteror mereka. Nah ini tinggal pemerintah bagaimana,” tegas Sahrun.

Baca juga:  Janda IRT Lanjutkan Bisnis Jual Sabu Suami

Sementara Kapolres menyebutkan bahwa pihaknya mengatensi peredaran narkoba di tempat tersebut. Contohnya, ketika cukup informasi dan bukti, tim Satresnarkoba diterjunkan untuk menindak para pelaku. “Ini yang kemarin ada tujuh orang yang kita amankan. Ada barang bukti 12 paket sabu, alat hisap. Penindakan ini kita harapkan mereka sadar dan jera,” ucapnya.

Dalam kasus itu, seorang ibu rumah tangga berinisial RN sedang diburu. Diduga sebagai pemilik sabu. Dia mengimbau efek narkoba bagi penyalahgunanya sangat buruk. Berbanding terbalik dengan bandar yang meraih untung dari sakitnya para pecandu karena penjualan barang haram terus laku. “Saya imbau jauhi narkoba. Jangan pernah coba-coba. Mari kita sama-sama menjaga lingkungan kita,” tutup Alam. (why)