BPBD Kekurangan Armada, Polisi Bantu Pemda Tangani Warga Terdampak Kekeringan

Tim Polres Lobar droping air ke wilayah batulayar Senin, 22 Juli 2019

Giri Menang (Suara NTB) – Kekeringan mulai melanda sebagian wilayah Lombok Barat, pihak Pemda pun mulai turun melakukan droping air ke lokasi krisis air akibat kekeringan tersebut. Namun dalam pendistribusian air ini, pihak pemda dalam hal ini BPBD mengalami kendala kurangnya armada pengangkutan air. Sejauh ini BPBD hanya memiliki dua unit untuk melayani puluhan desa terdampak kekeringan di wilayah Lobar.

Untungnya, BPBD dibantu oleh OPD terkait seperti Dinsos, pihak PDAM dan Bank NTB Syariah. Termasuk Polres Lobar sudah mulai melakukan beberapa kali droping air bersih ke warga terdampak. Kepala Pelaksana BPBD Lobar, HM Najib mengatakan sejuah ini kondisi kekeringan tidak telalu parah namun sudah ada beberapa daerah sudah mengajukan permohonan didroping air bersih seperti di sekotong, batulayar di bagian atas. “Kita sudah tetapkan status siaga, kami sudah droping air namun persoalan kita hadapi armada pengangkut air yang kita miliki dua unit,” jelas dia.

Ia menambahkan untuk penanganan kekeringan

pihak Bank NTB Syariah turut membantu dengan memberikan bantuan tandon dan mesin air. Sasaran bantuan ini jelas dia, sejumlah kecamatan yang kekeringan. Tandon dan mesin air ini dipasang di masjid di daerah yang kekeringan tersebut. “Bank NTB berkoordinasi dengan kami untuk distribusi bantuan ini,” jelas dia. Selian itu Bank NTB juga melakukan distribusi air hampir setiap tahun membantu Pemda menangani kekeringan ini.

Sementara itu Kasat Binmas Polres Lombok Barat, Iptu Raden Bagus Ismail mengatakan pihaknya sudah mendroping air ke empat desa yang menjadi lokasi kekeringan seperti di daerah kedaro sekotong, Desa Batulayar Barat, batulayar induk dan Bengkaung. “Distribusi air kita sudah lakukan sejak sebulan terakhir, sudah 4 titik (Desa) kita suplai “jelas dia.

Pendistribusian air ini dilakukan dalam dua kali seminggu. Dalam sekali pendistribusian air ini pihaknya menggunakan kendaraan tengki berkapasitas 5000 liter. Ia menambahkan penentuan lokasi distribusi air, mengacu usulan dari desa atau bisa dari Babinkamtibmaspol. (her)