Polisi Tangkap Dua Tersangka, Sepasang Kekasih Tega Aborsi Bayinya Sendiri

Kapolres Lobar didampingi Kasat Reskrim, Kanit PPA dan anggota saat jumpa pers kasus aborsi

Giri Menang (Suara NTB) – Sepasang kekasih insial Y (17) bersama kekasihnya NS (21) asal Bayan Kabupaten Lombok Utara tega menggugurkan janinnya dengan cara aborsi. Tindakan bejat sepasang kekasih ini dilakukan disalahkan satu Hotel di wilayah Sengigi, Kamis, 18 Juli 2019 lalu.

Dalam melakukan tindakan aborsi ini dibantu oleh pelaku insial IJ (32), warga Jonggat Lombok Tengah yang berprofesi sebagai penjual nasi di Senggigi. Tak butuh waktu lama bagi Satreskrim Polres Lobar, selang beberapa jam setelah kejadian para pelaku pun berhasil ditangkap.

Dua pelaku insial IJ dan NS telah ditetapkan tersangka oleh kepolisian. Sedangkan untuk status Y yang masih dibawah umur, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut seperti apa keterlibatan dalam kasus ini.

Demikian dikatakan Kapolres Lobar, AKBP Heri Wahyudi didampingi Kasat Reskrim Priyo Suhartono dan Kanit PPA Ipda Jayanti bersama anggota di Mapolres Lobar kemarin. Heri mengatakan terungkapnya, kasus tindak pidana aborsi sepasang kekasih Kamis 18 juli lalu sekitar pukul 15.00 sore di salah satu hotel di wilayah Sengigi berawal dari informasi dari masyakarat.

Berbekal informasi itu, tim Opsnal Polsek Sengigi bersama Polres mendatangi hotel tempat para tersangka melakukan Aborsi. Setiba di hotel, Polisi langsung masuk ke kamar pelaku dan menemukan sepasang kekasih dan pelaku yang membantu proses aborsi tengah tertidur.”Ketiga pelaku menyewa salah satu kamar hotel di wajah Sengigi untuk melakukan Aborsi,”jelas Heri. Saat dilakukan penggerebekan korban dalam

keadaan tertidur.

Di kamar hotel itu pelaku IJ memberikan sejenis obat untuk menggugurkan janin dikandungan. Selain diberikan obat dalam oral, juga dimasukkan cairan kedalaman kemaluan korban menggunakan pipet.

Setelah mengamankan pelaku, tim Opsnal pun langsung membawa ketiga pelaku ke Polres. Sebelum dibawa ke Polres, Korban sempat dibawa ke puskesmas Meninting untuk memeriksa kondisinya.

Berdasarkan keterangan pihak medis, bahwa janin korban masih dalam kondisi kuat, namun begitu di Polres korban mengalami konstraksi akibat pengaruh obat tersebut. Setelah itu pihaknya pun melarikan korban ke rumah sakit Bhayangkara. Sampai saat ini korban masih berada di RS Bhayangkara,”kondisi janin sudah tidak bisa diselamatkan,”jelas dia.

Dalam melancarkan aksinya pelaku IJ hanya berbekal obat-obatan dan alat yang dibeli dari apotek. IJ hanya sebagai penjual nasi, namun mengaku pernah ikut rekannya yang melakukan Aborsi sehingga darisana ia belajar.

Pelaku NS sendiri mengakui pernah dua kali melakukan Aborsi dengan kekasih yang lain. Dalam kasus ini dari ketiga pelaku, Y masih berstatus sebagai korban. Sedangkan IJ selalu pelaku dan Pacar korban NS. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka IJ dikenakan pasal 75 junto 194 ayat 1 UU kesehatan nomor 36 tahun 2009. Ancaman hukuman 10 tahun bui, sedangkan pelaku lain NS mendanai aborsi dikenakan UU nomor 36 tahun 2014 dengan ancaman hukuman 15 tahun. “Terkait status Y masih korban tapi kami dalami dugaan keterlibatan dalam kasus ini, apakah ada unsur percobaan melakukan itu (aborsi)” jelas dia. (her)