Polda NTB Usut Proyek RSUD Dompu 2017

Syarif Hidayat (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB membidik dugaan penyimpangan dalam pengerjaan tahap pertama proyek RSUD Dompu tahun 2016. Proyek senilai Rp9,46 miliar itu sebelumnya molor. Bahkan diduga pekerjaan yang tidak selesai malah disetor ke kontraktor lain.

Penyidik Subdit III Tipikor sudah turun mengecek lapangan kondisi rumah sakit yang dibangun di Simpasai, Kecamatan Woja, Dompu ini. Bahkan klarifikasi saksi pun sudah dimulai. Hasil cek lapangan dijadikan panduan awal untuk langkah penyelidikan selanjutnya.

Baca juga:  Kasus Pegadaian Godo Bima, Saksi Nasabah Mulai Diperiksa

‘’Masih penyelidikan,’’ kata Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Syarif Hidayat mengonfirmasi pengusutan kasus tersebut, akhir pekan lalu.

Pada tahap penyelidikan ini, penyidik masih mengklarifikasi

saksi-saksi. Diantaranya, kuasa pengguna anggaran (KPA), pejabat pembuat komitmen (PPK), konsultan perencana, panitia pemeriksa hasil pekerjaan, rekanan pemenang tender, dan ahli.

‘’Di tahap awal masih klarifikasi. Yang sudah (diklarifikasi) itu PPK,’’ sebutnya.
Proyek RSUD Dompu ditender di tahun 2016 dengan pagu anggaran sebesar Rp10,10 miliar. Pokja RSUD Dompu menyusun harga perkiraan sendiri (HPS) sejumlah Rp10,08 miliar.

Baca juga:  Kadistan se-Pulau Lombok Diperiksa Penyidik Kejagung

Sebanyak 58 kontraktor bersaing memperebutkan proyek yang dibiayai APBD Dompu tahun 2016 itu. Tender dimenangi PT Telaga Pasir Kuta yang menawar dengan harga Rp9,46 miliar. Pekerjaan tidak selesai meski sudah lewat batas waktu 27 Desember 2016 . Proyek itu didampingi TP4D Kejari Dompu. (why)