Korupsi Sampan Fiberglass Bima 2012, Polda NTB Bakal Gelar Perkara Usut Hj Ferra

Syarif Hidayat (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Terdakwa korupsi sampan fiberglass Kabupaten Bima 2012 Taufik Rusdi sudah dihukum bersalah Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. Polda NTB menyiapkan penyidikan manakala menerima pelimpahan dari jaksa penuntut umum. Perintah majelis hakim dipertimbangkan.

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Syarif Hidayat menyebutkan, perkara yang sudah dilimpahkan tahap dua sudah menjadi kewenangan jaksa penuntut umum. Pihaknya, meski sebagai pihak yang menangani kasus memerlukan dasar untuk melanjutkan penyidikan.

“Fakta persidangan banyak juga tidak dijadikan acuan. Mekanismenya saja harus jelas. Mungkin nanti penyelidikan lagi, mungkin keluarkan Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) baru. Gelar perkara lagi,” ujarnya, Jumat (19/7). Syarif menyebut, berdasarkan catatan, kasus tersebut belum diterbitkan lagi Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dengan tersangka selain Taufik.

Baca juga:  Kasus Jambanisasi Bayan 2016, Dua LHP Beda Kesimpulan Kerugian Negara

Dia mengaku baru bisa menindaklanjuti dengan dasar hukum. Seperti apabila jaksa penuntut umum mengembalikan bukti-bukti yang sudah pernah dipakai untuk pembuktian di persidangan Taufik. Dalam hal melaksanakan vonis hakim. “Itu kan dikembalikan ke jaksa. Kita lihat nanti kita gelarkan. Saya belum terima (berkas). Yang buat rencana penuntutan kan jaksa. Kalau memang ada terbukti keterlibatan orang lain nanti kita lihat dulu,” terangnya.

Dalam kasus itu, majelis hakim yang diketuai Isnurul Syamsul Arif sebelumnya, Kamis (17/7) lalu menyatakan terdakwa Taufik Rusdi bersalah. Taufik terbukti melanggar pasal 3 juncto pasal 18 UU RI No20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Hakim lalu menjatuhi Taufik dengan pidana penjara selama satu tahun, denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan. Hakim juga menyatakan bahwa Pemkab Bima harus mengembalikan kelebihan penggantian kerugian negara kepada Taufik sebesar Rp1,03 juta.

Baca juga:  Proyek Air Mancur IC, Penyidik Dalami Temuan Kerugian Negara Rp2,6 Miliar

Selain itu, hakim memerintahkan bukti-bukti dikembalikan ke penuntut umum untuk dipakai dalam perkara dengan terdakwa lain. Dalam hal ini, pihak yang bekerjasama dengan Taufik, yakni mantan Ketua DPRD Kota Bima Hj Ferra Amelia.

Majelis hakim menilai Taufik bekerjasama dengan Ferra. Taufik meminta mantan Ketua DPRD Kota Bima Hj Ferra Amelia untuk mempersiapkan kelengkapan lima dokumen lima perusahaan yang bakal ditunjuk mengerjakan proyek. Proyek lima sampan fiberglass tahun 2012 molor. Meski demikian Taufik tetap membayar 100 persen sebesar Rp991,6 juta. Padahal yang terpakai cuma Rp741,6 juta. (why)