Kontraktor Proyek Balai Nikah Mangkir

Iwan Setiawan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kontraktor proyek Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA), Kabupaten Sumbawa, hingga kini belum memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Sumbawa. Pihak PT. STR sebagai pelaksana sedianya akan diperiksa sebagai saksi soal proyek yang diduga tidak tuntas itu.

‘’Sampai saat ini kontraktor belum penuhi panggilan penyidik. Kami masih menunggu itikad baik dari yang bersangkutan,’’ kata Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan, SH.,M.Hum kepada Suara NTB, Selasa, 16 Juli 2019.

Sebagaimana penyampaian sebelumnya, Kajari mengaku tidak segan- segan menjemput paksa jika ada saksi yang tidak kooperatif memenuhi panggilan. Kontraktor seharusnya hadir untuk didengar keterangannya sebagai saksi  terkait tanggung jawab pekerjaannya pada proyek Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa. Namun tidak hanya panggilan kemarin,  surat panggilan sebelumnya juga tidak direspons.

Baca juga:  Janda Residivis Upal, Ditangkap Atas Dugaan Kepemilikan Sabu

Selain kontraktor, sejumlah saksi dari Kanwil Kemenag Provinsi NTB juga dilayangkan panggilan. Ada dua saksi yang hadir Selasa kemarin, diperiksa terkait proyek senilai Rp1,2 miliar tersebut.

‘’Masih pemanggilan dan pemeriksaan saksi.  Hari ini dua saksi dari Kemenag Provinsi NTB, yakni kabag TU dan  Kasi KUA dan Kepenghuluan Kanwil selaku kordinator proyek,’’ kata Kajari.

Baca juga:  Jaksa Rampungkan Berkas Dua Tersangka Kasus Kredit Modal Kerja Perumahan Dompu

Pemanggilan saksi masih akan terus berlanjut, termasuk pejabat Kemenag Provinsi NTB. Sedangkan dari pihak Kemenag Kabupaten Sumbawa hampir semua dipanggil dan diperiksa sebagai saksi. Diantaranya mantan Kepala Kemenag sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Sementara upaya menelusuri Sekretariat PT. STR di Mataram belum berhasil. Kontraktor ini diduga kabur meninggalkan pekerjaannya yang belum mencapai 100 persen. (ars)