Kecelakaan Helikopter, KNKT Turunkan Tim Investigasi

GM AP I Nugroho Jati (tengah) saat menyampaikan keterangan pers terkait kecelakaan helikopter PKCDV di kantor AP I, Minggu, 14 Juli 2019 malam. (Suara NTB/ars)

Praya (Suara NTB)  – Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Kementerian Perhubungan Darat dipastikan akan turun melakukan investigasi kecelakaan helikopter. Investigasi untuk tujuan mengidentifikasi penyebab kecelakaan di area persawahan Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Minggu, 14 Juli 2019 kemarin.

General Manager (GM) Angkasa Pura  I Lombok International Airport (LIA), Nugroho Jati dalam keterangan pers Minggu malam menjelaskan, tim KNKT diperkirakan akan tiba Senin (15/7) hari ini. ‘’Pendaratan darurat helikopter ini segera akan dilakukan investigasi oleh KNKT. Rencananya akan tiba besok (hari ini, red),’’ kata Nugroho Jati.

Nugroho yang juga menjabat Ketua Komite Penanggulangan Kondisi Darurat Kecelakaan Pesawat ini menambahkan, tidak ingin berspekulasi dengan penyebab kecelakaan. Pihaknya akan tetap menunggu proses penyelidikan resmi dari KNKT.

‘’Soal penyebab (kecelakaan), tidak ingin berspekulasi. Tapi laporan yang diterima Airnav, ada kehilangan kontak pukul 14.03 Wita. Kami bereaksi cepat melakukan penanganan,’’ jelas Nugroho.

Helikopter dengan tipe B206L4 Registrasi PKCDV, membawa  tiga penumpang Warga Negara Asing (WNA) yakni Luka Marie (Jerman), Nicholas Alexander (Inggris) serta Donoso Lillo (Chille). Co pilot asal Indonesia Kustiyadi.

Dari informasi awal diperolehnya, awak helikopter itu adalah wisatawan yang menempuh perjalanan rute Ungasan Bali, menuju Lombok, berlanjut ke Labuan Bajo- NTT, kemudian kembali menuju  Lombok saat kecelakaan terjadi. “Pesawat ini merupakan carteran, memuat wisatawan asing. Kami sedang koordinasi  dengan operator  yang meng-handle mereka. Segera  kita koordinasikan soal itu (pemulangan). Tapi terpenting saat ini adalah pemulihan psikologis mereka,” ujar GM AP I.

Pada kesempatan sama, Kapolres Loteng, AKBP Budi Santoso menambahkan, sudah menurunkan tim untuk mengamankan helikopter dan TKP sekitar.

“Pertama supaya tidak ada kejadian  lanjutan. Kedua,  persiapan lokasi untuk investigasi lebih lanjut dari KNKT,” ujar Kapolres.

Timnya akan melakukan pengamanan ketat di TKP, sebelum tim KNKT turun, saat proses investigasi hingga selesai. (ars)