Kasus Dana Porprov, Polda NTB akan Kaji LHP Inspektorat

Syamsuddin Baharudin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Polda NTB menerima tembusan laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas pengelolaan keuangan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X NTB tahun 2018. KONI NTB akan dimintai mengembalikan indikasi kerugian negara. Apabila melewati batas waktu, maka penyidik baru bisa masuk lagi.

Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes. Pol. Syamsuddin Baharudin menerangkan, bahwa LHP auditor Inspektorat Provinsi NTB saat ini masih dikaji.

‘’Itu (LHP) sudah dikirim ke kita. Mungkin hari Senin (hari ini) saya akan jawab. Kita periksa dulu itu hasilnya Inspektorat,’’ katanya dikonfirmasi akhir pekan lalu.

Baca juga:  Kades Lingsar Tersangka Korupsi Dana CSR

Menurutnya, sesuai dengan nota kesepahaman antara Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dengan kepolisian, temuan kerugian negara akan diselesaikan secara administrasi berupa pengembalian lebih dulu.

Selanjutnya, apabila ditemukan indikasi perbuatan pidana, maka penyidik akan melanjutkan ke penyelidikan. Untuk kasus dana Porprov ini, Syamsuddin menyebut akan diselesaikan melalui Inspektorat.

“Kalau temuan dikembalikan, di sana (Inspektorat) selesainya. Kita di sini kan masih lidik. Kalau itu sudah selesai, ngapaian (penyelidikan) jalan,’’ katanya.

Dalam penyelidikan kasus itu, penyidik Subdit III Tipikor mengklarifikasi dugaan penyimpangan pada penyewaan venue cabang olahraga. Hasilnya, penggunaan dana sudah sesuai peruntukan.

Baca juga:  Kasus Jambanisasi Bayan 2016, Dua LHP Beda Kesimpulan Kerugian Negara

Saat ini penyidik dalam tahap menyelidiki pembayaran honor wasit, akomodasi, dana transportasi peserta dan panitia, serta katering. Penelusuran didasarkan pada alokasi anggaran untuk setiap cabang olahraga yang dipertandingkan. Setiap Cabor peserta Porprov tersebut dijatah Rp75 juta.

Sementara dalam pelaksanaannya menjadi beragam. Sejumlah Cabor bahkan ada yang menerima kurang atau lebih dari patokan RAB dimaksud. Pengalihan penggunaan anggaran sedang didalami untuk apa saja peruntukannya. (why)