Kajari : Ada Pihak yang Halangi Penyidikan Kasus Balai Nikah

Iwan Setiawan (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kontraktor proyek Balai Nikah dan Manasih Haji KUA Labangka mangkir panggilan Jaksa. Selain itu, sejumlah saksi dari Kemenag NTB juga tidak hadir tanpa penjelasan. Pihak Kejari Sumbawa mengancam akan menjemput paksa jika panggilan tidak diindahkan.

Kajari Sumbawa,  Iwan Setiawan, SH.,M.Hum kepada Suara NTB Kamis, 11 Juli 2019 malam mengaku  menerima laporan dari jajarannya di Pidsus, ada sejumlah saksi yang mangkir. Mereka sudah dilayangkan panggilan, seperti pejabat Kemenag NTB dan kontraktor pelaksana PT. STR, namun tak hadir tanpa alasan.

“Namun jika terus mangkir akan dilakukan pemanggilan paksa,” ancam Kajari.

Baca juga:  Kasus CSR PDAM Giri Menang, Kades Lingsar Diperiksa sebagai Tersangka

Pihak – pihak terkait yang dilayangkan panggilan itu diimbau agar kooperatif, baik pelaksana proyek, pengawas, instansi pembina, hingga rekanan pelaksana.  Imbauan itu disampaikan, karena Kajari mengindikasikan ada yang terkesan memperlambat proses penyidikan timnya di Pidsus.

Dari penyidikan kasus dengan pagu anggaran Rp 1,2 miliar itu, sudah dipanggil Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Saksi lainnya dari Kemenag Provinsi NTB sebagai instansi atas dari Kemenag Sumbawa, namun  baru hanya Kabid Bimas Islam dan seorang Kasi yang hadir, Rabu (9/7) lalu.

“Mereka bertindak kurang bekerjasama dengan tim penyidik.  Jika ternyata ada  tindakan nyata menghalangi penyidikan ini, maka kami tidak segan segan untuk menindak upaya tersebut dengan pasal menghalang halangi  penyidikan tipikor,” tegasnya.

Baca juga:  Polda NTB Bidik Hibah Bansos Pemprov NTB 2018

Upaya meghalangi tidak hadur secara terbuka. Upaya upaya seperti menyembunyikan data terkait pengadaan proyek Balai Nikah dan Manasik Haji KUA juga bagian dari upaya menghambat penyidikan.  Ini dicermati Kajari dari sikap tidak kooperatif sejumlah saksi dengan tidak memberikan data yang dibutuhkan penyidik.  Termasuk kontraktor pelaksana yang sudah dilayangkan panggilan, namun tak kunjung hadir.

“Saya pastikan kami akan jemput paksa kalau tidak kooperatif dan upaya sita geledah,” ancamnya lagi. (ars)