Keropos, Bagunan Lapas Dompu Bahayakan Keselamatan Warga Binaan

Tampak salah satu lokal bangunan Lapas Dompu yang temboknya telah keropos termakan usia, Rabu, 10 Juli 2019. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Bangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Dompu, disamping mengalami kelebihan kapasitas rupanya tak lagi layak untuk dimanfaatkan. Bahkan sebagian diantara bangunan telah keropos termakan usia. Kondisi tersebut membahayakan keselamatan warga binaan. Juga menghambat proses pembinaan.

Kasi Binadik dan Kegaitan Lapas Dompu, Murdahim, SH, kepada Suara NTB, Rabu,  10 Juli 2019 menyebutkan, kapasitas ideal lapas hanya untuk 146 orang. Namun saat ini sudah terisi 336 orang. Baik terpidana laki-laki maupun perempuan. “Cuma karena kamar kita besar-besar jadi masih bisa ditampung walaupun cukup padat,” ungkapnya.

Kelebihan kapasitas WBP yang sudah cukup lama dialami itu makin diperparah kondisi bangunan, yang mana sebagian besar diantaranya keropos termakan usia. Bahkan di beberapa lokal bangunan ditemukan tembok berlubang.

Kondisi tersebut, tegas Murdahim, menuntut segera mendapat perhatian pemerintah. Karena ketika dibiarkan terus berlarut keselamatan jiwa WBP terancam. Pun persoalan ini mempermudah mereka untuk bisa kabur dari area lapas sesekali waktu.

“Kalau melihat bangunannya yang sekarang sangat bahaya, kita khawatir ketika gempa kecil saja sudah pasti roboh semua itu. Selain itu juga mudah bagi mereka untuk kabur,” jelasnya.

Jika melihat jumlah warga binaan saat ini dibutuhkan sekitar 50 lokal bangunan sel baru. Tak terkecuali perbaikan total untuk pagar keliling serta pos pemantauan. Sementara disinggung jenis kejahatan yang dominan dilakukan WBP, Murdahim menyebutkan, selain tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran narkotika yang terus mendominasi tiap tahunnya. Saat ini mulai banyak terpidana tidak asusila, seperti pencabulan, pemerkosaan dan pelecehan seksual.

“Pelaku asusila ini yang sekarang mulai banyak kita bina selain kasus narkoba. Baik itu laki maupun perempuan,” pungkasnya. (jun)