Pungli Fasilitas Rutan Polda NTB, Terdakwa Kompol TM Mulai Huni Sel Tahanan

Dedi Irawan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Oknum anggota Polda NTB, Kompol TM terdakwa pungli Rutan Polda NTB tahun 2018 akhirnya dijebloskan ke sel tahanan. Jaksa penuntut umum memboyong perwira melati dua itu ke Lapas Perempuan Mataram. Dasarnya, penetapan majelis hakim Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram.

Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan mengonfirmasi penahanan terdakwa TM. “Sudah ditahan sejak Kamis,” ucapnya dikonfirmasi Senin, 8 Juli 2019 kemarin. Dia menambahkan, pelaksanaan penetapan hakim dimaksud setelah jaksa penuntut umum menerima kelengkapan administrasinya. Selanjutnya jaksa akan membawa terdakwa TM hari ini untuk sidang perdana.

Baca juga:  Dugaan Penganiayaan Zainal Abidin, Penahanan Sembilan Oknum Polisi Diperpanjang

Kepala Lapas Perempuan Mataram Titik Daryanti mengatakan, TM dimasukkan ke dalam sel umum sebagai tahanan titipan jaksa penuntut umum. “Sekarang masih masa pengenalan lingkungan dulu selama 14 hari.

Ini berlaku sama untuk semua tahanan yang baru masuk,” ujarnya saat dikonfirmasi terpisah.

Terdakwa Kompol TM diajukan ke pengadilan dengan dakwaan menerima pemberian uang sepanjang tahun 2018. Hal itu diduga dilakukannya saat menjabat Kasubdit Pengamanan Tahanan Rutan Polda NTB.  Modusnya, berupa tarif untuk fasilitas telepon, bantal, dan selimut yang nilainya antara lain Rp1 juta sampai yang terkecil Rp50 ribu.

Baca juga:  Berkas Tersangka Kasus Marching Band Dibawa Lagi ke Jaksa

Sejumlah uang tersebut diberikan oleh tahanan yang ingin mendapat fasilitas tambahan selama berada di dalam sel tahanan. Atas dugaan itu, terdakwa bakal disidang dengan rumusan pelanggaran pasal 12 huruf e dan atau pasal 12 huruf b dan atau pasal 11 juncto pasal 12A ayat 1 dan ayat 2  UU RI  No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 65 KUHP. (why)