Paman dan Keponakan Kompak Bisnis Sabu

Kapolres Mataram Saiful Alam (kedua kiri) menunjukkan barang bukti sabu dari tersangka residivis, Kamis, 4 Juli 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Hubungan kekeluargaan Bagong (45) dengan Alex (25) juga berarti bisnis. Namun sayangnya mereka bekerjasama dalam jual beli sabu. Bagong yang baru enam bulan lalu keluar dari penjara itu menyuplai sabu ke keponakannya, Alex.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam menjelaskan bahwa Alex mengedarkan narkoba yang sumbernya dari Bagong. “Tersangka Bagong ini residivis. Sebelumnya pernah dipenjara karena kasus ganja,” ungkapnya Kamis, 4 Juli 2019 kemarin. Bagong mendekam di penjara atas vonis empat tahun enam bulan.

Begitu keluar dari penjara Desember 2018 lalu, Bagong merintis lagi bisnis haramnya. Kali ini bahkan mengajak Alex. Mereka yang sama-sama tinggal di Gapuk Selatan, Dasan Agung, Selaparang, Mataram ini sudah dua bulan terakhir main sabu.

Baca juga:  Narkoba Rambah Kalangan PNS hingga Mahasiswa

Satresnarkoba Polres Mataram awalnya menerima informasi mengenai stok sabu dalam jumlah banyak siap edar. Bagong saat digerebek tertangkap basah sedang menunggu pembeli.

“Di kantongnya ditemukan enam poket sabu ukuran besar. Ada juga delapan poket yang masih kosong diduga akan dipakai untuk mengedarkan sabu tersebut,” bebernya.

Bagong baru saja bertransaksi dengan pelanggan lain. Hal itu tampak dari barang bukti uang tunai Rp2,15 juta yang juga ditemukan di saku celananya. Ternyata Bagong masih menyimpan stok sabu lain di rumahnya. Sabu disimpan di alat pengeras suara.

Baca juga:  Sepasang Calon Pengantin Kepergok Dagang Sabu

Selain itu ditemukan juga uang tunai Rp2,4 juta yang diduga masih terkait dengan aktivitas peredaran sabu tersebut. Total barang bukti sabu yang disita seberat 10,5 gram. Saat penggerebekan, Alex bukan termasuk sasaran. Namun, keriuhan penggerebekan membuat Alex kalut dan mematikan seluruh lampu rumahnya.

Hal itu membuat kecurigaan polisi membesar. Polisi menemukan Alex sedang bersama Sandi (19) bersembunyi di balik pintu. Ditemukan juga barang bukti sabu seberat 1,7 gram di dalam pipet kaca yang terhubung dengan alat hisap.

“Mereka baru saja mengonsumsi sabu yang mana sabu itu didapat dari tersangka Bagong. Mereka mengaku membelinya seharga Rp150 ribu,” pungkas Alam. (why)