Kasus LCC, Bank Sinarmas Kooperatif Pemeriksaan Kejati NTB

Pusat perbelanjaan Lombok City Center (LCC) di Kecamatan Narmada Lombok Barat yang didirikan di atas lahan 8,4 hektar, KSO antara PT. Tripat dengan PT. Bliss. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Bank Sinarmas turut diproses dalam kasus agunan lahan Lombok City Center (LCC). Beberapa waktu lalu, analis kredit bank ini diklarifikasi kejaksaan terkait pembayaran untuk agunan lahan 8,4 hektar di Desa Gerimaks Kecamatan Narmada Lombok Barat.

Terkait pemeriksaan yang termuat Suara NTB tanggal 20 Juni 2019 itu, pihak PT. Bank Sinarmas menyampaikan klarifikasi. Melalui Direktur Miko Andidjaja, bahwa dalam memproses pembayaran agunan oleh PT. Bliss dari PT. Tripat Lobar itu, pihaknya sudah menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential principal). “Tidak hanya dalam agunan lahan itu, prosedur ini diterapkan dalam operasional  bank sehari hari,” kata Miko dalam keterangan tertulis yang dialamatkan kepada Suara NTB.

Saat ini, diketahuinya persoalan agunan senilai Rp 95 miliar itu sedang dalam proses penyidikan di Kejati NTB. Perkembangan kasus itu juga diketahuinya dari pemberitaan Suara NTB edisi yang sama. Atas proses itu, pihaknya sangat menghormati langkah hukum yang dilakukan oleh Kejati NTB. “Perseroan akan mengikuti segala keputusan terkait permasalahan tersebut kepada Kejati NTB,” sebut Miko.

Pihaknya secara umum juga akan mematuhi  prosedur hukum yang berlaku di Indonesia. Jaksa penyidik mengumpulkan dua alat bukti dalam kasus yang ditaksir merugikan negara Rp1,7 miliar tersebut. Saat ini jaksa sedang berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan NTB untuk penghitungan kerugian negara.

Pengelolaan aset Pemda Lobar melalui PT Bliss untuk pusat perbelanjaan LCC ditengarai ada indikasi penyimpangan. Sebab dividen dari PT Tripat tidak lancar

disetorkan. Pemda Lobar semestinya menerima sebesar 3 persen per tahun. Dihitung dari angka penyertaan modal dari bisnis pusat perbelanjaan itu. Bisnis pusat perbelanjaan itu dengan memanfaatkan lahan Pemda Lobar seluas 8,4 hektare.

Jaksa juga sebelumnya melanjutkan pemeriksaan saksi, kali ini dari Bank Sinarmas yang mendapat giliran menghadap jaksa penyidik Pidsus Kejati NTB. Pemeriksaan Corporate Credit Analyst Bank Sinarmas Anula Putra itu terkait proses penyertaan lahan seluas 8,4 hektare di Narmada  untuk dijadikan agunan.

Menurut Anula, kehadirannya itu sesuai dengan surat panggilan jaksa penyidik terkait kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pada pengelolaan aset Pemda Lombok Barat seluas 8,4 hektare. Lahan tersebut dikelola menjadi pusat perbelanjaan Lombok City Center berkat kerjasama dengan Perusda PT Tripat.  Namun, Anula enggan banyak berkomentar. Begitu pun juga dengan tim hukum yang mendampinginya.

Anula juga ditanyai perihal pertimbangan dan ketentuan prosedur standar operasional dalam permohonan kredit. Dalam hal ini dengan menyertakan agunan berupa alas hak aset Pemda Lobar pada PT Tripat tersebut untuk pengajuan kredit ke Bank Sinarmas. Mendengar pertanyaan wartawan tersebut, Anula yang datang mengenakan pakaian batik malah bergegas masuk ke dalam mobil yang sudah menjemputnya. “Nanti dulu, saya tidak bisa kasih keterangan,” ujarnya sambil berlalu.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati NTB Ery Ariansyah Harahap sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya kini sedang mematangkan penyidikan kasus tersebut. Salah satunya dengan memanggil saksi-saksi untuk diperiksa, termasuk dari PT. Bank Sinarmas. (ars)