Ditinggal Kontraktor, Proyek Dermaga Pemprov NTB di Bima Macet

Proyek rehablitasi pembangunan dermaga milik Pemprov NTB melalui BPBD Provinsi NTB yang berada di Desa Waduruka Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima macet. (Suara NTB/uki)

Bima (Suara NTB) – Proyek rehablitasi pembangunan dermaga milik Pemprov NTB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, di Desa Waduruka Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima macet. Pasalnya, pengerjaan proyek diduga ditelantarkan begitu saja oleh kontraktor dan sampai saat ini tidak ada kejelasan kelanjutannya.

Proyek yang dikerjakan oleh PT. AA dengan pagu anggaran sekitar Rp4,8 miliar lebih tersebut, tidak selesai dikerjakan hingga akhir 2018.

Kepala Desa Waduruka Kecamatan Langgudu, Ramlin S.Pd, mengaku kecewa dengan pengerjaan proyek dermaga itu. Selain tidak  berfungsi, banyak menyisakan masalah karena diduga dikerjakan terkesan asal-asalan.

‘’Kami sangat menyayangkan, pengerjaan fisik dermaga belum selesai dikerjakan,’’ katanya kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin.

Baca juga:  Pengerjaan Proyek Pasar ACC Dikhawatirkan Molor

Selain itu, masyarakat yang memiliki kerikil dan pasir yang menjadi bahan material dermaga juga mengeluh ke kepada desa. Pasalnya, material bangunan ternyata belum dibayar oleh pelaksana proyek hingga saat ini.

‘’Totalnya ada sekitar Rp60 juta uang untuk pembayaran pasir dan kerikil milik warga yang belum dibayarkan,’’ ujarnya.

Ramlin mengaku, Pemerintah Desa sudah mencoba membuka komunikasi dengan pihak pelaksana proyek, namun tidak ada respons. Tujuannya, untuk memastikan kembali proyek itu bisa dilanjutkan karena akan dimanfaatkan masyarakat setempat.

‘’Keluhan- keluhan warga telah kami upayakan untuk dikomunikasikan. Tapi tak ada respons sampai sekarang,’’ ujarnya.

Sekretaris Desa Waduruka, Ayub S.Pd menambahkan proyek tersebut mulai dikerjakan sekitar akhir tahun 2018 lalu, namun sejak empat bulan terakhir ini dibiarkan begitu saja.

Baca juga:  Pemerintah akan Bangun Guest House dan Homestay Tahun Depan

‘’Kondisinya dibiarkan begitu saja. Tidak ada aktivitas selama empat bulan. Para pekerja juga semua sudah pulang,’’ katanya.

Meski kondisi tidak sesuai harapan dan dibiarkan begitu saja. Tapi ia berharap pengerjaannya diselesaikan sesuai dengan perencanaan awal. Sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. ‘’Harapan kita bisa dikerjakan sesuai perencanaan awal. Tidak dibiarkan begitu saja,’’ harapnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos.MH yang dikonfirmasi Suara NTB, enggan menanggapi keberadaan dan kelanjutan pengerjaan proyek milik Pemprov NTB yang dikerjakan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB tersebut. (uki/ars)