Penadah Himpun Barang Curian Senilai Ratusan Juta

Kapolres Mataram Saiful Alam menunjukkan barang bukti ponsel pintar, gawai, dan laptop senilai ratusan juta yang disita dari penadah, Jumat, 28 Juni 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Penadah barang curian meraup untung besar-besaran. Membeli barang curian dengan harga murah lalu menjualnya lagi dengan harga lebih tinggi. Namun, kesenangan itu tak lama dinikmati Herman (29) dan Irah (24). Mereka yang spesialis menadah ponsel dan laptop curian akhirnya digelandang polisi ke penjara.

Dua warga Jempong Timur, Jempong, Sekarbela, Mataram ini diduga terlibat dalam jaringan pencurian isi Kantor Sunlife Financial dan Raja Seluler Mei lalu. Mereka menghimpun sekurangnya 21 ponsel dan laptop berbagai merek. Paling banyak apple iPhone dan iPad.

“Totalnya ada enam orang yang terlibat. Dua orang ini penadah. Tiga orang masih dalam pencarian,” ungkap Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam Jumat, 28 Juni 2019 kemarin didampingi Kapolsek Ampenan Kompol I Wayan Suteja.

Baca juga:  Karyawan Subkontraktor Curi Meteran Listrik Pelanggan

Dalam pengakuannya, Herman menjual proyektor seharga Rp1,2 juta kepada Irah. Proyektor tersebut digasak dari kantor Sunlife di Jalan Gajah Mada, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram Mei lalu. Irah mengaku, Herman dikiranya hanya untuk memperbaiki proyektor tersebut. Sebab, sampai bulan puasa usai, Herman tak datang lagi ke rumahnya. Rupanya, Herman sudah dicokok polisi.

Berkat pengakuan Herman pula Irah akhirnya ikut ditangkap. Sebanyak 21 barang elektronik ikut disita. Diantaranya, iPhone, iPad, laptop, dan proyektor. Nilainya ditaksir mencapai Rp100 juta lebih. “Ada empat orang pelaku utamanya. Dia (Irah) ini salah satunya yang menampung barang hasil curian. Dia tahu kalau ini barang hasil curian karena itu dia bisa beli dengan harga miring,” terang Kapolres.

Baca juga:  Misteri Perusak Pot Bunga di Lingkar Selatan akan Diusut Tuntas

Alam menegaskan bahwa para pelaku ini menjual kembali barang tersebut melalui media sosial Facebook. Barang-barang tersebut terutama ponsel pintar sudah diatur ulang lebih dulu untuk menghapus jejak kepemilikan aslinya. “Bagi masyarakat, yakinkan kalau mau membeli barang dengan mengecek kondisi dan spesifikasi dan keasliannya. Beli barang yang wajar harganya. Jangan tergiur karena harga murah tetapi ternyata hasil curian,” tutup Kapolres berpesan. (why)