Kapolda Prioritaskan Pengamanan Objek Wisata NTB

Kapolda NTB Irjen Pol. Nana Sudjana foto bersama Penanggung Jawab Suara NTB H. Agus Talino dan Redpel Raka Akriyani  dan pejabat utama Polda NTB. (Suara NTB/ars)  

Mataram (Suara NTB) – Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Nana Sudjana, AS ,MM memberi prioritas pada pengamanan objek wisata di Provinsi NTB. Jaminan keamanan itu mengingat pariwisata adalah sektor unggulan daerah selain pertanian.

Hal itu disampaikan Kapolda  saat bersilaturahmi ke Redaksi Harian Suara NTB, Rabu, 19 Juni 2019 didampingi sejumlah pejabat utama Polda NTB. Kapolda diterima Penanggung Jawab Suara NTB, H. Agus Talino dan Redaktur Pelaksana, Raka Akriyani.

Kapolda yang baru menjabat di NTB ini mengaku sudah memantau sejumlah objek wisata di NTB. Kepentingannya, karena objek wisata adalah bagian dari tugas jajarannya di Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Polda NTB. Diantara kawasan yang dikunjunginya mulai dari Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno di Lombok Utara, Senggigi Lombok Barat, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah.

‘’Saya sudah melihat ada kebangkitan pascagempa. Sudah ada mulai pemulihan (ditandai) dengan kedatangan wisatawan asing,’’ kata Kapolda.

Khusus  untuk orang asing, jenderal bintang dua ini sangat memperhatikan faktor keamanan oran asing, tentu tanpa mengabaikan wisatawan domestik. Kehadiran wisatawan asing di sejumlah objek wisata itu, khususnya di tiga gili, sudah pulih mencapai 40 persen.

Baca juga:  Polda NTB Musnahkan Bahan Peledak Sisa Perang

‘’Saya melihat berkaitan dengan orang asing yang datang ke sini sudah ada kebangkitan. Sudah 40 persen. Suatu hal yang positif bagi NTB,’’ kata Kapolda.

Meski baru menjabat, ia sudah mendapat suplai informasi tentang terpuruknya sektor pariwisata NTB pascagempa.  Wisatawan menjadi sepi, ekonomi lumpuh. Tapi dengan kehadiran orang asing, penanda situasi psikologi masyarakat dan geliat wisata itu semakin pulih.

Sebab menjadi ikon NTB sebagai destinasi wisata nasional dan dunia, maka ada rasa tanggung jawab pihaknya memberi rasa aman bagi wisatawan.  Khusus kepada wisatawan asing dengan membuat sistem keamanan yang bisa mengayomi dan melindungi WNA di NTB. Ia bersyukur, sebulan terakhir, tidak ada laporan kejahatan dengan korban orang asing. ‘’Kami berikan prioritas khusus untuk orang asing, jangan sampai jadi korban tindak pidana,’’ tegasnya.

Baginya, WNA sebagai subjek, juga tidak kalah jadi prioritas pengamanan.  Untuk itu, ia berkoordinasi dengan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah untuk penambahan fasilitas. Paling tidak pihaknya dibantu lahan dan bangunan untuk Kantor Polisi Sektor. Seperti di Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. Saatnya pos pengamanan itu diubah menjadi Polsek. Dengan begitu, ditindaklanjuti penambahan personel. ‘’Memang selama ini  kurang efektif. Makanya kita minta agar dibangun Polsek. Nanti ada enam personel siaga di sana,’’ sebutnya.

Baca juga:  Polda NTB Musnahkan Bahan Peledak Sisa Perang

Peningkatan pengamanan lebih khusus akan dilakukan di KEK Mandalika. Saat ini diakuinya sudah ada Polsek Kuta yang membantu pengamanan di kawasan strategis nasional itu. Tapi diakui itu belum cukup, harus ada peningkatan sistem pengamanan, baik  bangunan maupun personel.

Menurut rencana, ia akan membuat kesepakatan kerjasama dengan Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) untuk membangun sistem keamanan dimaksud. Bahkan tidak hanya polisi, juga akan melibatkan TNI.

‘’Sampai saat ini, kawasan itu memang terus berkembang. Apalagi  ke depan ada MotoGP.  Saya rasa perlu ada MoU degan ITDC, terkait pengamanan seputar Mandalika,’’ pungkasnya. (ars)