Saksi Serahkan Bukti Tambahan ke KPK

Salah seorang saksi yang diperiksa KPK dalam kasus OTT di Imigrasi Mataram. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Giliran manajemen Hotel Sundancer diperiksa KPK Rabu, 19 Juni 2019 di gedung Ditreskrimsus Polda NTB. General Manager (GM) Whyndam Sundancer Lombok, Nanang Supriadi bersama pegawai hotel lainnya.

Saksi juga membawa dokumen pendukung yang diminta penyidik KPK. Selain pihak hotel, penyidik juga meminta keterangan pejabat Imigrasi Kelas I Mataram yang juga diperiksa sebelumnya.

Nanang Supriadi yang diketahui sudah mengundurkan diri beberapa waktu lalu itu mendatangi Polda NTB sesuai surat panggilan sekitar pukul 09.00 Wita. Ia langsung masuk ke Aula Ditreskrimsus, ruang pemeriksaan yang dipakai KPK sejak Senin lalu.

‘’Sesuai panggilan, saya hadir sebagai saksi,’’ kata Nanang kepada Suara NTB Rabu, 19 Juni 2019. Hingga berita ini ditulis, pemeriksaan masih berlangsung di ruangan yang sama.

Baca juga:  Sidang Kurniadie, Ide Suap dari Dua Bule Wyndham Sundancer

Nanang menambahkan, tidak hanya diperiksa, ia juga membawa bukti tambahan sesuai permintaan KPK. Namun tidak dirincinya bukti dimaksud. “Ada bukti-bukti tambahan saya bawa,” ujarnya.

Meski tak merinci, bukti tambahan itu memang diminta oleh KPK untuk dibawa, masih berkaitan dengan indikasi suap mantan Kepala

Imigrasi Kelas Mataram, Kurniadie oleh Direktur PT. WBI Liliana Hidayat.

Tidak hanya Manajemen Sundancer, diperiksa juga pejabat Imigrasi Kelas I Mataram. Dua saksi itu adalah  Rahmat Gunawan, Kepala Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian (Intaltuskim)  dan Kasubag Tata Usaha (TU) Denny Chrisnadi. Keduanya termasuk paling intens diperiksa sejak dua hari terakhir, bahkan berlangsung hingga malam hari.

Baca juga:  Suap di Imigrasi Mataram, Pejabat Kanwil Kemenkumham NTB Diduga Ikut Terima Uang

Salah seorang saksi, Denny Chrisnadi membenarkan dirinya diperiksa lagi oleh penyidik KPK. “Iya saya dipanggil lagi. Ini masih belum selesai. Saya mau Salat dulu,” kata Deny saat jeda pemeriksaan.

Bersamaan dengan dirinya, di ruangan sama diperiksa pegawai Imigrasi lainnya. Sementara saksi tambahan dua orang manajemen Hotel Sundancer, satu lagi dari pihak bank.

Sementara Plt. Kepala Imigrasi Kelas I Mataram, Armand Armada Yoga Surya, SH juga membenarkan panggilan kepada bawahannya sebagai saksi.  Selain Denny dan Rahmat, ada empat orang yang diperiksa lainnya, I Gede Semara dan Syahril, pegawai pada Inteldakim.  Dua lainnya, sopir Kakanim Agus dan petugas keamanan Kantor Imigrasi Hamdi. (ars)