Polres Lobar Bekuk 26 Tersangka Kasus Pencurian

Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Priyo Suhartono menunjukkan para pelaku dan barang bukti hasil pencurian.

Giri Menang (Suara NTB ) – Polres Lombok Barat (Lobar) berhasil mengungkap 27 kasus pencurian yang terjadi di wilayah hukum Lombok Barat sepanjang Januari sampai Juni ini. Dari puluhan kasus ini, Polres berhasil membekuk 26 tersangka, dimana kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dengan tersangka paling banyak mencapai 19 tersangka.

Kasat Reskrim Polres Lobar AKP Priyo Suhartono mengatakan, dari 27 kasus yang diungkap terbanyak kasus curat sebanyak 19 kasus, curas sebanyak 3 kasus dan 5 kasus curanmor. “Tersangka yang diamankan ada 26 orang terdiri dari tersangka kasus curas 19 orang , curat 1 orang dan coranmor 6 orang,” jelas dia.

Beraneka barang bukti berhasil diamankan dari para pelaku, berupa ayam, alat elektronik, handphone, sepeda motor dan lain-lain. Diantara puluhan kasus itu, terdapat beberapa tersangka yang termasuk spesialis pembobol rental playstation. Mereka beraksi ketika situasi dalam kondisi sepi.

Dua orang pria berinisial AY (24) dan TT (25), diamankan Minggu, 11 Juni 2019. Kedua tersangka tersebut berkomplot membobol sebuah rental playstation di BTN Sandik Indah Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lobar bukan februari lalu. Dua pemuda inisial AY (24) dan TT (25) pemuda asal Kota Mataram ini kini mendekap dibalik jeruji besi Polres Lombok Barat (Lobar).

Keduanya bahkan sempat menjual PS itu kepada seorang penadah curian. Para tersangka itu ditangkap pihak kepolisian berdasarkan pengembangan kasus. Dari kedua tangan pelaku, pihak kepolisian memperoleh 2 unit PS4 dari 9 unit yang dicuri dari rental yang ada dikawasan Sandik Kecamatan Batulayar.“Ditangkap 11 Juni lalu,” ungkap Priyo Suhartono saat jumpa pers di Makopolres Lobar, Rabu, 19 Juni 2019.

Diakui Priyo, tersangka pencurian ini sebanyak tiga orang. Hanya saja satu pelaku lainnya ditangkap oleh pihak Polres Mataram atas kasus lainnya. Dalam melakukan aksinya para tersangka itu membobol rental PS dimalam hari ketika ditinggal pemiliknya. “Hasil curian ada dijualnya melalui online, ada yang langsung tangan ke tangan,” sambungnya.

Tersangka AY sendiri mengaku sudah melakukan aksi pencurian sebanyak tiga kali. Dalam melakukan aksinya ia bersama rekannya melakukan pengawasan disejumlah lokasi rental PS. “Waktu malam hari, baru melakukan,” ucapnya.

Ia pun biasanya langsung menjual hasil curiannya kepada seorang penadah di kawasan Narmada. Dengan harga mencapai Rp 7 juta untuk lima PS. Hasilnya, diakuinya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan diduga membeli narkoba. “Iya untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

Kini para tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Makopolres Lobar. Para tersangka itupun dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan hukuman penjara paling lama Sembilan tahun. (her)