KPK Mulai Panggil Saksi Terkait Dugaan Suap Imigrasi

Mantan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Kurniadie berjalan keluar meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pekan ini mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus dugaan suap izin tinggal WNA. Pemeriksaan untuk menguatkan peran tiga tersangka yang sudah ditetapkan.

Salah seorang saksi yang enggan disebutkan namanya, menerima surat panggilan dari KPK untuk hadir di Polda NTB, Rabu, 19 Juni 2019 mendatang. “Surat panggilan sebagai saksi sudah saya terima. Saya segera penuhi surat panggilan itu sesuai jadwal,” ujar saksi mengaku kooperatif dengan panggilan KPK.

Kesaksiannya akan didengar soal peran tersangka Kepala Imigrasi Mataram Kurniadie dan penyidik PPNS Imigrasi, Yusriansyah Fazrin. Dalam surat tanggal 13 Juni itu, KPK mendalami keterangan saksi terkait dugaan  suap yang dilakukan tersangka lainnya, Direktur PT Wisata Bahagia Liliana Hidayat kepada kedua tersangka.

“Rabu tanggal 19 Juni Pukul 10.00 Wita, untuk didengar keterangannya sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi memberi hadiah atau janji kepada Kurniadie, selaku Kepala Imigrasi, bersama sama penyidik PPNS terkait penyalahgunaan izin tinggal WNA atas nama Geoferry William Bower dan Manikam Katherasan pada 2019 yang dilakukan tersangka Liliana Hidayat,” demikian petikan surat yang ditunjukkan saksi.

Masih penjelasan saksi, pemeriksaan itu berkaitan dengan penguatan bukti untuk menjerat ketiga tersangka. Di mana, tersangka dijerat sesuai Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sesuai perubahan atas Undang Undang nomor 20 tahun 2001 Jo pasal ayat 1 ke 1 KUHP.

Juru bicara KPK Febri Diansyah sebelumnya menjelaskan, dalam rangka penguatan bukti  tambahan, diperlukan keterangan saksi saksi. “Pasti ke arah sana (pemeriksaan saksi-saksi,” jawabnya singkat.

Direskrimsus Polda NTB Kombes Pol. Syamsudin Baharuddin memastikan tempatnya akan dipinjam pakai untuk pemeriksaan   saksi saksi dimaksud. Ruang Subdit III Tipikor dipastikan  akan digunakan untuk pemanggilan dan permintaan keterangan. Tidak hanya ruangan dipinjamkan, ia juga memberikan bantuan personel untuk back up pemeriksaan. (ars)