Polres Loteng Intensifkan Razia Miras di Kawasan Wisata

Polisi menyita ratusan botol miras di kawasan wisata Kuta saat melakukan razia, Selasa,  11 Juni 2019. (Suara NTB/ist) 

Praya (Suara NTB) – Operasi minuman keras (miras) di kawasan wisata Kuta dan sekitarnya terus diintensifkan jajaran Satrenarkoba Polres Lombok Tengah (Loteng). Terakhir, Satrenarkoba Polres Loteng menggerebek empat kafe dan warung di sekitar kawasan The Mandalika Kuta yang diduga memperjualbelikan miras secara ilegal, Selasa,  11 Juni 2019. Dalam razia tersebut, ratusan botol miras tradisional maupun modern berhasil disita.

Pemilik kafe dan warung yang kedapatan menjual miras secara ilegal pun sudah didata dan membuat surat perjanjian untuk tidak menjual miras secara ilegal lagi. “Total ada empat TKP yang kita grebek dalam operasi miras ini,” ungkap Kasat Resnarkoba Polres Loteng, AKP Dhafid Shiddiq, SH.SIK., Kamis,  13 Juni 2019.

Operasi pertama-tama menyasar kafe yang di dalam kawasan The Mandalika, yakni di Dusun Ngolang Desa Kuta. Di lokasi tersebut polisi mengamankan 30 botol besar miras jenis tuak dan 19 botol kecil miras jenis brem. Ditambah 7 botol besar Bir Bintang. Miras tersebut merupakan milik Amaq Puput ( 37) warga dusun setempat.

Usai dari Dusun Ngolang, polisi kemudian bergerak ke Dusun Mong Desa Kuta. Di sana polisi mengamankan 30 botol besar Bir Bintang dari tangan Inaq Riska. Kemudian di Dusun Ebunut dari warung milik Riasih, total polisi mengamankan 36 botol besar tuak dan 15  botol kecil brem.

Hasil paling banyak diperoleh dari warung milik Inaq Vera warga Dusun Totok Bare. Di sana polisi mengamankan satu jeriken ukuran 35 liter diitambah satu ember besar minuman tradisional beralkohol jenis tuak. “Seluruh barang bukti sudah diamankan di Mapolres Loteng, untuk selanjutnya akan dimusnahkan,” tambahnya.

Operasi, lanjut Dhafid, juga menyasar kawasan The Mandalika di bagian timur. Mulai dari kawasan Pantai Seger hingga Pantai Tanjung A’an. Namun dari sejumlah warung yang dirazia, polisi tidak menemukan miras yang dijual secara ilega. “Untuk kawasan pantai Tanjung A’an dan sekitarnya, hasil kita nihil,” tegasnya.

Dikatakannya operasi serupa secara kontinyu akan terus digelar. Langkah tersebut sebagai upaya menekan gangguan kamtibmas yang dipicu peredaran miras secara ilegal. Khususnya dikawasan wisata Kuta dan sekitarnya. (kir)