Kepala Imigrasi Kooperatif Diperiksa KPK

Imam Sofian, pengacara Kurniadi saat mendatangi gedung KPK untuk koordinasi pendampingan setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap. (Suara NTB/ist)

Mataram (suarantb.com) – Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Kepala Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie, SH.,MH mulai beradaptasi di Gedung merah putih KPK. Tersangka suap terkait izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) ini siap kooperatif menjalani proses hukum.

“Tentu sebagai warga negara yang baik, pak Kurniadie sudah sampaikan, akan siap taat pada proses hukum di KPK,” kata Imam Sofian, SH.,MH selaku kuasa Hukum Kurniadie menjawab Suara NTB, Minggu 9 Juli 2018.

Imam Sofian mengaku ditunjuk sebagai pengacara untuk mendampingi tersangka dalam proses penyidikan hingga ke proses penuntutan. Meski sudah ditunjuk, diakuinya belum ada komunikasi lebih intens soal materi perkara. “Belum,belum masuk ke materi perkara. Jadi masih bahas yang normatif saja soal teknis advokasi,” kata Imam.

Jika akhirnya dibahas, pihaknya tidak akan terlalu terbuka, karena berkaitan dengan teknis pembelaan. Hal yang berkaitan dengan keberatan atas OTT itu, akan disampaikan dalam berita acara saat di Pengadilan Tipikor. “Nanti di pengadilan akan coba kita susun pembelaannya seperti apa. Sekarang belum dulu,” tegasnya.

Akses bertemu kliennya pun terbatas. Setelah ditetapkan sebagai tersangka tanggal 28 Mei lalu, praktis dilakukan pengamanan ketat. Pihaknya hanya dipertemukan di tempat steril saat pembahasan soal pendampingan. Setelah pertemuan itu, belum ada pembahasan lagi karena instansi menetapkan libur lebaran.

Namun setidaknya ia mendapat kabar kliennya dalam kondisi sehat. Saat lebaran pun pihak keluarga mendatangi Rutan KPK untuk membesuk.
Mengenai recana pemeriksaan lanjutan Kurniadie sebagai tersangka, Imam mengaku belum mendapat kabar. (ars)