Kasus BOS SLB Kota Bima Naik Penyidikan

Syamsudin Baharudin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Polda NTB menemukan indikasi pidana dalam penyaluran dana BOS SLB di Kota Bima tahun 2017. Kasus yang sudah ada indikasi kerugian negara dari audit Inspektorat Provinsi NTB ini naik ke tahap penyidikan. Penyidik bakal memanggil ulang saksi-saksi.

“Yang BOS SLB itu naik penyidikan,” beber Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsuddin Baharudin ditemui Kamis, 13 Juni 2019 kemarin.

Dia menjelaskan, status penanganan kasus tersebut ditingkatkan ke penyidikan melalui gelar perkara penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB. “Pada intinya ditemukan dua bukti permulaan yang cukup sehingga diputuskan naik ke tahap penyidikan,” jelasnya.

Baca juga:  Kasus Sandang Pangan, Mantan Kabag Kesra Lotim Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Naiknya status penanganan kasus membuat penyidik memanggil kembali saksi-saksi yang sudah dimintai keterangan di tahap penyelidikan sebelumnya. pemeriksaan itu untuk mendalami peran-peran untuk penetapan tersangka nantinya.

“Saksi-saksi akan kita panggil lagi. Baru naik penyidikan, belum ada tersangka,” kata Syamsuddin.

Merujuk pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat Provinsi NTB. Indikasi kerugian negara yang timbul diduga bukan akibat kesalahan administrasi. Penyidik Subdit III Tipikor pun menemukan indikasi pidana korupsi lewat penyelidikan.

Baca juga:  Polda NTB Masih Selidiki Pengadaan Bibit Bawang Merah Bima

Auditor Inspektorat sebelumnya menemukan indikasi penggelembungan jumlah siswa SLB. Hal itu untuk mendongkrak jumlah penerimaan dana BOS. Satu siswa SLB mendapat Rp2 juta.

Indikasi perbuatan melawan hukum tersebut diduga dilakukan pada tahun anggaran 2017/2018. Penyaluran melalui Dinasi Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB. Jumlah siswa yang terdaftar di SLB tersebut tidak sesuai dengan yang diajukan. (why)