Dorfin Felix Serahkan Memori Banding

Dorfin Felix (kiri) (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Terdakwa pengimpor ilegal sabu seberat 2,8 kg, Dorfin Felix menindaklanjuti pernyataan bandingnya. Pria asal Montsereveux, Lyon, Perancis yang divonis mati ini minta keringanan hukuman. Alasannya, dia mengklaim bukan sebagai pelaku utama.

Hal itu disebutkan dalam memori bandingnya yang diserahkan ke Pengadilan Negeri Mataram, Selasa, 11 Juni 2019. Penasihat hukumnya, Deni Nur Indra menyebut memori banding tersebut tak berbeda jauh dengan isi pledoi sebelumnya. “Intinya dia ini hanya disuruh orang. Ada fakta-fakta persidangan yang tidak dipertimbangkan hakim,” sebut Deni ditemui usai penyerahan berkas memori banding tersebut.

Dia menambahkan, sejumlah pihak yang muncul di persidangan tidak tuntas diungkap. Baik itu calon penerima atau pemesan atau pihak yang memodali kliennya itu. “Kami meminta hakim banding untuk mempertimbangkan lagi untuk meringankan vonis hakim pengadilan tingkat pertama,” jelasnya.

Baca juga:  Polisi Gerebek Pemilik Sabu dan Ekstasi di Punia

Terpisah, Juru Bicara Pengadilan Negeri Mataram Didiek Jatmiko mengatakan berkas memori banding tersebut selanjutnya bakal dikirim ke Pengadilan Tinggi NTB. Salinannya juga bakal dikirim ke jaksa penuntut umum. “Kalau sudah sama-sama lengkap nanti segera kita kirim dan didaftarkan di pengadilan tinggi,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua majelis hakim Isnurul Syamsul Arif, dan hakim anggota Didiek Jatmiko dan Ranto Indra Karta menjatuhkan hukuman mati terhadap Dorfin Felix. Majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram itu memutus terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 113 ayat 2 UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Baca juga:  Terlibat Narkoba, Seorang Warga Pancor Diringkus Polisi

Dorfin mengimpor sabu, amphetamine, ketamine, dan metilendioksimetamfetamina atau ekstasif dengan total beratnya 2,989 gram atau setara 2,98 kg. Terdakwa diupah sebesar 5.000 euro atau setara Rp87 juta. Narkoba dalam jumlah besar itu dipilah dalam sembilan paket di dalam satu koper besar. Dorin masuk melalui Lombok International Airport Praya 21 September 2018 lalu. Narkoba yang dibawanya ketahuan petugas keamanan bandara. Narkoba berbagai jenis yang diangkut mulai dari Lyon, Perancis ini terdeteksi mesin X-Ray. (why)