Kekayaan Kepala Imigrasi Mataram Rp2,917 Miliar

Poster Kepala Kantor Imigrasi Mataram di kantornya, beberapa saat setelah ia ditangkap KPK. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Operasi tangkap tangan (OTT) KPK sudah membawa Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Kurniadie menjadi tahanan atas sangkaan menerima gratifikasi penghentian kasus penyalahgunaan izin tinggal WNA. Kurniadie belum genap satu tahun berdinas. Baru mulai menjabat Oktober 2018 lalu.

Kurniadie sebelumnya pernah bertugas sebagai Kepala Imigrasi Kelas II Madiun, di bawah Kanwil Kemenkumham Jawa Timur sejak tahun 2017. Kekayaannya tercatat Rp2,91 miliar.

Suara NTB menghimpun dari data Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK yang diakses melalui laman elhkpn.kpk.go.id Kamis, 30 Mei 2019. Kurniadie terakhir melapor LHKPN pada Agustus 2018. Sebelum pindah tugas ke Mataram. KPK memberi catatan tidak lengkap terhadap laporan tersebut.

Baca juga:  Masa Penahanan Kurniadie Diperpanjang

Berdasarkan LHKPN itu, Kurniadie memiliki harta tanah dan bangunan senilai total Rp2,85 miliar yang dilaporkan sebagai hasil sendiri. Aset tersebut berada di Bekasi, Jawa Barat.

Antara lain tanah dan bangunan seluas 200 m2/175 m2 senilai Rp1,9 miliar, tanah dan bangunan seluas 119 m2/54 m2 senilai Rp600 juta, dan tanah dan bangunan seluas 120 m2/75 m2 senilai Rp 350 juta.

Baca juga:  Siasat Liliana Setor Suap Rp1,2 Miliar untuk Pejabat Imigrasi Mataram

Kurniadie melapor cuma punya mobil Toyota Yaris keluaran tahun 2005 setara harga Rp150 juta dan Yamaha Soul tahun 2016 seharga Rp12 juta, yang merupakan hasil sendiri. Total harta alat transportasi dan mesin sebesar Rp162 juta.

Harta bergerak lainnya sebesar Rp75 juta. Kemudian harta kas dan setara kas Rp30 juta. Total kesemuanya tersebut Rp3,117 miliar dikurangi utang sebesar Rp200 juta. Harta kekayaan Kurniadie totalnya Rp2,917 milar. (why)