Jubir KPK : Malam ini Penggeledahan Dua Lokasi di NTB

Kantor PT Wisata Bahagia yang disegel KPK  dan Suasana penjagaan di kantor Imigrasi Mataram.

Mataram (suarantb.com) – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melanjutkan kegiatan penggeledahan hingga malam ini. Penggeledahan bahkan di dua lokasi berbeda, selain kantor Imigrasi Kelas I Mataram, tim penyidik juga melakukan hal sama di PT. Wisata Bahagia, Sekotong Lombok Barat.

Pantauan Suara NTB, hingga Pukul 20.30 Wita, empat orang penyidik KPK masih berjibaku di dalam ruangan Kepala Kantor Imigrasi lantai dua. Dari luar terlihat samar di balik tirai jendela sejumlah penyidik mondar mandir. Sesekali satu orang duduk sambil membolak balikkan dokumen, sementara di bagian lain penyidik membuka loker di dekat jendela.

Sementara di tangga dekat loby yang menghubungkan dengan ruangan kepala Imigrasi, enam personel Polisi bersenjata siaga. Mereka ditemani dua orang security Imigrasi. Tidak satupun orang diizinkan naik, termasuk jurnalis. “Masih ada empat orang KPK di atas. Tapi saya ndak tahu mereka sedang apa,” kata petugas keamanan imigrasi Abbas Syafi’i. Di halaman gedung Imigrasi, tiga Mobil Innova yang dijadikan operasional penyidik masih standby, sesekali satu unit keluar untuk mengambil logistik.

Baca juga:  Siasat Liliana Setor Suap Rp1,2 Miliar untuk Pejabat Imigrasi Mataram

Dihubungi terpisah, juru bicara (jubir) KPK Febri Diansyah membenarkan masih ada penggeledahan hingga malam ini.

“Sejak pagi sampai malam ini penggeledahan di dua lokasi berbeda,” kata Febri Diansyah kepada Suara NTB, Rabu 29 Mei 2019 malam.

Penggeledahan dimaksud Febri Diansyah di Kantor Imigrasi Kelas I Mataram di Jalan Udayana Kota Mataram. Lokasi kedua di Kantor PT. Wisata Bahagia di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Mantan aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW) ini menjelaskan, penggeledahan itu masih terkait kasus suap perkara izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) yang di Kantor Imigrasi Mataram.

Baca juga:  Di Pengadilan, Jaksa KPK Beberkan Kronologi Suap ke Imigrasi Mataram

“Penggeledahan masih berlangsung di NTB, nanti akan di update lagi Informasi berikutnya,” tutupnya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga tersangka dugaan gratifikasi penghentian penyidikan kasus penyalahgunaan izin tinggal dua WNA pengelola Wyndham Sundancer Resort Lombok. KPK menemukan modus baru pemberian sebesar Rp1,2 miliar terkait penghentian kasus tersebut. Aliran duit gratifikasi dengan kode ‘Pulang Kampung’ ini masih ditelusuri.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka itu antara lain, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Kurniadie; Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Yusriansyah Fazrin; dan Direktur PT Wisata Bahagia Indonesia Liliana, pengelola Wyndham Sundancer Resort Lombok. (ars)