Ini Kronologi Penangkapan Pejabat Imigrasi Mataram

Penyidik KPK membawa barang bukti dan saksi staf Imigrasi Mataram (paling kiri) usai pemeriksaan dugaan korupsi penyalahgunaan izin tinggal WNA di ruang Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB, Selasa, 28 Mei 2019. Usai operasi di Mataram dan Lombok Barat, KPK melanjutkan penyidikan di Jakarta. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – KPK mengamankan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie, SH, MH serta Kasi Intelijen dan Penindakan Yusriansyah Fazrin dan penyidik PNS Ayub Abdul Muqsith. Operasi KPK berjenjang di sejumlah tempat berbeda di Mataram dan Lombok Barat. Kasus tersebut kini dalam penyidikan.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTB Andi Dahnif Rafied menjelaskan bahwa kasus tersebut masih dalam pendalaman KPK. Mekanisme internal yang kini sedang ditempuh yakni menyerahkan seluruhnya penanganan kepada KPK.

‘’Kami sudah perintahkan penunjukan Plh (Pelaksana Harian) agar pelayanan Keimigrasian tetap berjalan,’’ katanya, Selasa, 28 Mei 2019 didampingi Kepala Divisi Keimigrasian Wilopo.

Dia pun menjelaskan secara ringkas penangkapan tiga pejabat Kantor Imigrasi tersebut. Pertama, Yusriansyah di sebuah hotel bintang 4 di Cakranegara, Mataram, Senin petang, 27 Mei 2019 sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu dia bersama Ayub.

Baca juga:  Bupati Lobar Dukung Langkah KPK OTT Imigrasi Mataram

Kurniadie yang baru menjabat pada November 2018 lalu selanjutnya dijemput di rumah dinasnya di Kekalik, Sekarbela, Mataram sekitar pukul 03.Wita dini hari, Selasa, 28 Mei 2019.

Andi menyesalkan terjadinya kasus tersebut. Sebab selama ini pihaknya sudah mewanti-wanti alias memberi peringatan. Baik di setiap apel pagi maupun selama rangkaian buka bersama sepanjang bulan Ramadhan ini.

‘’Ini harus dihentikan. Tidak boleh ada berlanjut lagi. Cukup dengan yang ini saja,’’ ucapnya. Pihaknya masih menanti hasil penyidikan KPK untuk melanjutkan mekanisme internal. ‘’Kami sudah memberitahukan ke menteri,’’ imbuhnya.

Andi mengaku belum mengetahui perihal kasus yang membuat Kepala Imigrasi Mataram dan jajarannya itu dicokok KPK. Dugaan awal, KPK menyelidiki indikasi suap terkait kasus penyalahgunaan izin tinggal dua WNA yang bekerja untuk sebuah hotel berbintang di Sekotong, Lombok Barat.

Baca juga:  Kepala Imigrasi Mataram Terjaring OTT, KPK Sita Uang Rp1 Miliar

‘’Kalau terbukti pasti sanksi berat itu melakukan hal hal yang di luar ketentuan. Nanti (sanksinya) kalau sudah kekuatan hukum yang tetap,’’ tegasnya.

Kurniadie langsung diterbangkan ke Jakarta menuju markas KPK di Kuningan Jakarta Pusat pagi hari sekitar pukul 06.00 Wita. Sementara sisanya dengan penerbangan siang pukul 11.30 Wita.

Sebelum dibawa ke KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut, mereka menjalani pemeriksaan awal lebih dulu di Polda NTB. Tepatnya di ruang Subdit III Tipikor Ditereskrimsus Polda NTB.

Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsuddin Baharuddin menerangkan KPK melakukan kegiatan penindakan sehingga membutuhkan tempat untuk pemeriksaan.

‘’Kami hanya menyediakan fasilitas untuk penyidik (KPK),’’ ujarnya dikonfirmasi terpisah. Selain itu, dia juga mengerahkan penyidik untuk membantu KPK. ‘’Ya penyidik kita backup KPK untuk kegiatan itu,’’ pungkas Syamsuddin. (why)