Residivis Otaki Pencurian Berantai di Tiga TKP

Empat tersangka kawanan pencuri spesialis rumah kosong di Lingsar, Lombok Barat ditangkap Polres Mataram. Tampak para tersangka sedang diinterogasi oleh Kapolres. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Lima kawanan pencuri menyatroni tiga rumah di Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat awal pekan Ramadan lalu. Polsek Lingsar menangkap empat orang diantaranya satu sisanya masih buron. Otak pelakunya ternyata residivis kasus pencurian juga.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam menjelaskan otak pelaku berinisial WR (31), seorang buruh yang mengumpulkan empat kawan lainnya. Sebab WR sudah mensurvei dulu rumah-rumah yang dijadikan sasaran. Para tersangka lain yang berada di bawah komando WR diantaranya DS alias DE (22), AM alias AK (19), dan SP (21). Satu orang lainnya berinisial R masih buron.

Baca juga:  Otak Pelaku Perampokan Bejat Ditembak

“Ini ada tiga rumah yang sebelumnya sudah diincar. Mereka beraksi karena sudah tahu rumah dalam keadaan sepi. Sudah dipetakan,” ucapnya, Selasa (14/5) didampingi Kapolsek Lingsar Iptu Gede Sukarta.

Salah satu rumah di Jalan Gora II Lingsar, Lombok Barat, para pelaku ini sukses membawa pulang laptop dan set kasur springbed, Jumat (26/4) lalu. Selanjutnya mereka beraksi lagi berurutan pada Minggu (5/5) dan Senin (6/5) di perumahan Peteluan Indah dan Kantor PPKH setempat.

Baca juga:  Tersangka Pencuri Mesin Perahu Nelayan Ditangkap

Mereka mengambil alat pertukangan seperti gerinda, las listrik, sampai cat tembok. Sementara di kantor PPKH mereka mengambil karpet, laptop, dan printer. “Barangnya belum sempat terjual. Masih disimpan di rumah sehingga langsung kita sita,” papar Alam.

Sukarta menambahkan, tersangka WR punya peran lebih besar. “Dia ini yang mensurvei lokasi, dia yang mengajak temannya yang lain, dia juga yang pertama menerobos masuk rumah,” jelasnya. Para tersangka pencurian dengan pemberatan itu disangka dengan pasal 363 KUHP yang ancaman pidana penjaranya paling lama tujuh tahun. (why)