Mantan Kepala SMAN 1 Monta Didakwa Korupsi Dana BOS Rp339,3 Juta

Mantan Kepala SMAN 1 Monta Nurul Mubin menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Selasa, 14 Mei 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Mantan Kepala SMAN 1 Monta Nurul Mubin mulai diadili atas dakwaan korupsi dana BOS tahun 2016. Mubin dibantu dua bawahannya bergantian, mantan Bendahara SMAN 1 Monta Umar Zakaria dan Wahidin. Selama setahun, Mubin mengutil duit sampai negara merugi Rp339,3 juta.

Terdakwa Mubin menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram kemarin. Jaksa penuntut umum Wayan Suryawan mengajukannya ke hadapan majelis hakim dengan ketua Anak Agung Ngurah Rajendra.

Jaksa menyebut terdakwa melakukannya dalam setiap dana BOS tahun 2016 yang dicairkan per triwulan. Total dana BOS yang diterima SMAN 1 Monta tahun 2016 sebesar Rp706,6 juta.

Baca juga:  Sidang Dugaan Korupsi Parsel Lebaran Lotim 2014, Terdakwa Syahmat Divonis Bebas

Mubin memakai dana BOS tersebut tanpa melibatkan tim manajemen BOS pada setiap kegiatan Mubin sebagai pengelola dana tidak membuat laporan pertanggungjawaban. Umar membantu manipulasi laporan pertanggungjawaban dana triwulan I sementara Wahidin membantu di triwulan ke-II sampai ke-IV.

“Tugasnya membuat nota dan kuitansi yang tidak semestinya juga dengan membuat duplikat stempel atau cap toko untuk menutupi nilai uang yang telah dipakai tidak sesuai Juknis,” kata Wayan.

Baca juga:  Jampidsus Pertanyakan Pengembangan Kasus BPR

Selain itu, jaksa merinci dalam pencairan dana BOS Triwulan IV yang totalnya sebesar Rp237,6 juta sebagian diantaranya dimasukkan dalam kantong terdakwa sendiri. Dalam lima kali penarikan, Mubin mengantongi antara Rp9 juta sampai Rp35 juta.

BPKP Perwakilan NTB menghitung kerugian negara yang timbul dari dugaan korupsi pengelolaan dana BOS tersebut sebesar Rp339,34 juta. Hal tersebut dari penggunaan dana yang tidak dipertanggungjawabkan. Sidang kemudian bakal dilanjutkan Senin pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. (why)