Operasi 14 Hari, 560 Botol Miras Disita di Bima

Barang bukti berupa botol Miras yang berhasil disita oleh jajaran Mapolres Bima dalam operasi Pekat 14 hari. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Jajaran Mapolres Bima menyita sebanyak 560 botol minuman keras (miras) berbagai merk, dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) selama 14 hari. Dari 26 April hingga 9 Mei 2019.

Jenis atau merk miras ratusan botol yang berhasil disita tersebut, antara lain 343 bir bintang, 199 botol arak tuban, 9 botol anggur merah, 2 botol civas, serta 8 botol black label.

“Penyitaan 560 miras berbagai merk ini dilakukan di sejumlah tempat saat operasi pekat kemarin,” kata Kabag Ops Polres Bima, Kompol Jamaludin SH, Sabtu,  11 Mei 2019.

Selain Miras, Jamaluddin mengaku, operasi pekat selama 14 hari, petugas juga berhasil mengungkap kasus perjudian togel. Beberapa barang bukti serta dua orang tersangka juga diamankan.

Menurutnya, barang bukti yang diamankan antara lain uang tunai sebanyak Rp1,3 juta. Kemudian 25 lembar kertas kerapan yang beriisi tulisan nomor togel. Hingga 6 lembar kertas, 2 buah hp, 2 buah dompet serta 1 buah kartu ATM.

Sementara dua orang diduga pemain yang diamankan. Masing-masing berinisial AD (39) warga Desa Simpasasi Kecamatan Monta dan BH (39) warga Desa Nata Kecamatan Palibelo.

“Kedua pelaku akan dikenakan pasal 303 KUHP. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara,” ujarnya.

Ia menegaskan operasi pekat akan terus dilakukan selama puasa dengan target miras, obat terlarang hingga perjudian. Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan ramahdan.

“Kami berharap masyarakat melaporkan apabila mengetahui dan menemukan praktek semacam ini,” pungkasnya. (uki)