Kasus Jambanisasi Bayan, Jaksa Segera Panggil Dua Tersangka

Ketut Sumedana (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Jaksa penyidik menyusun surat dakwaan perkara korupsi proyek jambanisasi Desa Bayan, Lombok Utara 2016. Hal itu untuk melengkapi berkas dua tersangka RK dan RW. Nantinya tersangka bakal dipanggil untuk proses pelimpahan tahap dua.

Kepala Kejari Mataram Dr Ketut Sumedana mengatakan jaksa punya prasyarat tambahan sebelum berkas dinyatakan lengkap atau P-21. “Iya saya minta harus ada surat dakwaan dulu biar nanti pas tahap dua bisa langsung dilimpahkan ke pengadilan,” ucapnya, Senin, 6 Mei 2019.

Baca juga:  Jaksa Tahan Tiga Terdakwa Korupsi Tunjangan Guru Kemenag Bima

Sampai saat ini berkas perkara dua tersangka masih dilengkapi. “Berkasnya belum P-21,” imbuhnya. Dalam kasus itu, jaksa sudah menetapkan dua tersangka yakni Kaur Keuangan Desa Bayan berinisial RK, dan Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), RW.

Proyek pembangunan jamban mandiri dan kelompok tersebut dihajatkan untuk 545 warga yang tersebar di 13 dusun. Komponennya berupa kloset, bangunan toilet, dan septic tank.

Baca juga:  Polda NTB Usut Proyek RSUD Dompu 2017

Para tersangka diduga memanipulasi laporan pertanggungjawaban dengan membuat sendiri bukti-bukti pengeluaran. Sebab realisasi proyek tidak sesuai perencanaan. Fisik bangunan diduga tidak sesuai spesifikasi. Program jambanisasi diantaranya pembuatan WC umum ataupun WC pribadi. Indikasi kerugian negara pada kasus itu mencapai Rp600 juta. Jaksa masih meminta tim auditor untuk menghitung angka kerugian negara. Program jambanisasi dianggarkan sebesar Rp855 juta. (why)