IRT Diduga Pasok Ekstasi ke Senggigi

Tersangka NMS yang diduga pengedar ekstasi ke kawasan wisata saat digiring polisi. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Lima tahun belakangan ini, NMS (48) tak terdeteksi. Namun, bisnis narkoba ibu rumah tangga ini dibongkar Polres Mataram. Tersangka NMS memasok ekstasi ke kawasan wisata.

“Jaringan pengirimannya ke luar pulau (Lombok) dan tempat wisata di Senggigi,” ungkap Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam akhir pekan lalu bersama Kasatresnarkoba, AKP Kadek Adi Budi Astawa.

NMS ditangkap Sabtu, 6 April 2019 lalu ketika dalam perjalanan ke Senggigi, Lombok Barat melalui Ampenan, Mataram.

Baca juga:  Selundupkan Narkoba 2,98 Kg, Dorfin Felix Dituntut 20 Tahun Penjara

Kala itu, tersangka hendak mengantar pesanan dengan menumpang taksi. Sebelumnya, NMS sudah diincar. Di tepi Pasar Kebon Roek, Ampenan tersangka tak dapat berkutik ketika tas wanitanya digeledah. Meski sempat mengelak, akhirnya ditemukan lima butir pil ekstasi yang dibungkus rapi dalam plastik klip.

Baca juga:  Selundupkan Narkoba 2,98 Kg, Dorfin Felix Dituntut 20 Tahun Penjara

“Satu pil dia jual Rp500 ribu. Ini sudah lima tahun dia kerjakan,” ujar Kapoles.

Dari interogasi, tersangka kemudian mengakui ekstasi itu miliknya yang hendak diantarkan ke pembeli di Senggigi. Tersangka NMS dijerat dengan pasal 112 dan atau pasal 114 UU RI No 35/2009 tentang narkotika, yang ancaman hukuman penjaranya paling lama 20 tahun dan paling singkat enam tahun. (why)