Sudenom Mulai Huni Sel Lapas

Terpidana korupsi pungutan kepala SD/SMP Kota Mataram, H. Sudenom berjalan memasuki mobil tahanan untuk menjalani eksekusi penahanan di Lapas Mataram, Selasa, 9 April 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Mantan Kadisdik Kota Mataram H. Sudenom mulai menempati sel Lapas Mataram sejak Selasa, 9 April 2019. Sudenom datang dengan sukarela. Hal itu setelah jaksa penuntut umum mengeksekusi putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram.

Sudenom mendatangi kantor Kejari Mataram sekitar pukul 09.30 Wita tanpa didampingi penasihat hukumnya. Mengenakan baju hem kotak-kotak warna biru, Sudenom kemudian dibawa ke Lapas Mataram sekitar pukul 09.50 Wita.

Kepala Kejari Mataram Dr Ketut Sumedana menyebutkan, penahanan Sudenom hari itu merupakan bentuk pelaksanaan eksekusi putusan hakim. “Hari ini terpidana kasus korupsi, Sudenom secara sukarela mau datang untuk mengikuti pelaksanaan eksekusi,” ujarnya dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Dia menambahkan, selama ini Sudenom kooperatif dalam mejalani setiap proses hukum. Mulai dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan di persidangan, sampai eksekusi putusan. “Sebelumnya dia tahanan kota sejak Oktober 2018. Kalau dihitung, dia sudah menjalani masa tahanan setara satu bulan di dalam penjara,” jelas mantan jaksa KPK ini.

Baca juga:  Dugaan Setoran Tujuh Proyek Rusun Didalami Pasca OTT Oknum Pejabat SNVT PP

H. Sudenom sebelumnya divonis penjara selama dua tahun delapan bulan dan pidana denda sebesar Rp50 juta subsider kurungan dua bulan. Terpidana ini dihukum bersalah karena terbukti memungut uang dari 37 kepala SD dan 21 kepala SMP di Kota Mataram sejak Juli sampai September 2017 dengan total nilai pungutannya Rp117,2 juta.

Sudenom mengumpulkan uang memanfaatkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).  Ketua dan Wakil Ketua MKKS, Kepala SMPN 2 Mataram, Lalu Suwarno dan Kepala SMPN 10 Mataram, H. Tahir menggelar rapat pada Juli 2017 usai menghadap Sudenom.

Baca juga:  Polda NTB Intip Proyek Jembatan Padolo Rp16,9 Miliar

Sudenom meminta duit kepada para kepala SMP dengan alasan membantu biaya pengobatan. Urunan diminta masing-masing sebesar Rp2 juta. Hasilnya uang terkumpul sebanyak Rp25 juta melalui Tahir. Tahir dan Suwarno kembali menghimpun dana dari rekan-rekannya sesama kepala sekolah. Dari urunan kedua ini, terkumpul Rp19,78 juta.

Selain itu Sudenom juga meminta Kabid Ketenagaan Disdik Kota Mataram, Hj Sri Winarni dan Kabid Dikdas, HL. M. Sidik untuk memungut uang dengan alasan yang sama kepada para kepala SD. Uang yang terkumpul dari para kepala SD mencapai Rp72,5 juta. (why)