Jaksa Tahan Mantan Kepala SMKN 1 Narmada

Mantan Kepala SMKN 1 Narmada Maliki (depan kanan) saat menjalani pelimpahan tahap dua di Kejari Mataram, Senin, 8 April 2019. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Tersangka korupsi dana BOS SMKN 1 Narmada, Maliki mulai mendekam di jeruji besi. Mantan kepala sekolah ini bersama mantan bendahara, Nurhidayati menjalani pelimpahan dari penyidik Polres Mataram ke jaksa penuntut umum, Senin, 8 April 2019. Tahap penanganannya beralih dari penyidikan ke penuntutan.

Kepala Kejari Mataram Dr Ketut Sumedana mengonfirmasi pelimpahan tahap dua tersebut. “Benar hari ini kami menerima pelimpahan dari penyidik kepolisian untuk kasus SMKN 1 Narmada,” ujarnya. Dua tersangka itu selanjutnya ditahan selama 20 hari sejak pelimpahan tersebut. Sementara jaksa penuntut umum menyusun surat dakwaan yang akan diajukan ke pengadilan.

Baca juga:  Jaksa Bidik Proyek Jalan Sembalun

Terpisah, penasihat hukum tersangka, Deni Nur Indra menyatakan pihaknya kooperatif mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. “Nanti kita upayakan pembelaan di persidangan,” sebutnya. Kliennya Maliki, sambung dia, sudah mengajukan pensiun dini dari PNS. Sementara Nurhidayati diparkir alias nonjob sejak ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Dua tersangka disangka melanggar pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Kasus tersebut disidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Mataram sejak tahun 2016. Awalnya dilaporkan karena ada dugaan penggunaan dana yang tidak sesuai dengan lembar pertanggungjawaban.

Baca juga:  Polda NTB Usut Proyek RSUD Dompu 2017

Mantan kepala sekolah dan bendahara itu diduga  menyalahgunakan kewenangannya secara bersama-sama dalam pengelolaan dana BOS SMKN 1 Narmada tahun anggaran 2014/2015. SMKN 1 Narmada tahun anggaran 2014/2015 mendapat kucuran dana BOS mencapai Rp 1,9 miliar. Dari hasil penghitungan BPKP Perwakilan NTB, dugaan korupsi itu mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 316 juta. (why)