Kapolda NTB Jamin Seleksi Polri Bersih dan Transparan

Kapolda NTB, Achmat Juri (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Rekrutmen anggota Polri 2019 Panitia Daerah Polda NTB sudah memverifikasi sekitar 1.700 pelamar. Seleksi terpadu Akpol, Bintara, dan Tamtama ini dipertegas dengan Pakta Integritas, yang menandakan komitmen seleksi wajib tanpa KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Penandatanganan Pakta Integritas rekrutmen Polri 2019 dipimpin Kapolda NTB, Irjen Pol Achmat Juri, Minggu, 24 Maret 2019, bersama tokoh agama yang juga didampingi Wakapolda NTB Brigjen Pol Tajuddin.

‘’Ini untuk seleksi tahun ini agar berjalan dengan baik, jujur, transparan dan akuntabel,’’ ujar Kapolda usai upacara penandatanganan yang juga dihadiri orang tua peserta lulus verifikasi.

Baca juga:  Kasus Kematian Zainal Abidin, Saksi Kunci Iksan Diperiksa sebagai Saksi

Juri menambahkan, dalam pelaksanaan seleksi para peserta diharapkan untuk tidak bergantung kepada orang lain soal hasil kelulusan. Apalagi kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.

‘’Percayakan kepada panitia bahwa kita serius. Kita sungguh-sungguh melahirkan sumber daya polisi yang terbaik untuk mengawal republik ini,’’ kata Kapolda.

Kepala Biro SDM Polda NTB Kombes Pol. Eka Satria Bhakti menyebutkan, peserta seleksi yang sudah terverifikasi mencapai 1.700 orang dari total 3.000 orang pendaftar. Peserta diprediksi akan terus bertambah mengingat batas pendaftaran yang diperpanjang sampai 28 Maret mendatang. Semula, pendaftaran ditutup pada Jumat (22/3) lalu.

‘’Masih ada kesempatan untuk mendaftar. Diperpanjang atas kebijakan dari Mabes. Tahun ini (yang mendaftar) sampai 3.000 orang. Kalau tahun lalu 2.500 orang,’’ sebutnya. Kabid Humas Polda NTB AKBP H Purnama menjelaskan, kuota penerimaan tahun 2019 ini yakni lima orang Akpol, 169 Bintara, dan enam orang Tamtama.

Baca juga:  Kasus Kematian Zainal Abidin, Saksi Kunci Iksan Diperiksa sebagai Saksi

Hasil pemeriksaan administrasi awal dan verifikasi sampai Sabtu (23/3) pukul 20.00 Wita, pendaftar Akpol terverifikasi sebanyak 79 orang, Bintara dan Brimob 1.788 orang, Bintara Polair enam orang, Bintara Perawat dua orang, Bintara Tata Boga empat orang, Bintara teknologi informasi 20 orang, Bintara Dakwah Islam enam orang, dan Tamtama Brimob 94 orang. (why)