Usai Diperiksa Enam Jam, Camat Prabarda Ditahan Polisi

Kapolres Loteng, Budi Santosa, menunjukkan surat perintah penahanan Camat Prabarda didampingi Kasat Reskrim Polres Loteng, Rafles Girsang, SIK., Jumat, 15 Maret 2019. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Polres Lombok Tengah (Loteng) resmi menahan Camat Praya Barat Daya (Prabarda), Kamarudin, S.H., Jumat, 15 Maret 2019 kemarin. Terkait kasus dugaan penyelewengan dana insentif marbot masjid. Penahanan dilakukan setelah yang bersangkutan diperiksa selama enam jam lebih oleh penyidik Polres Loteng.

Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, SIK.M.H., didampingi Kasat Reskrim, AKP Rafles Girsang, SIK., mengatakan, tersangka datang sekitar pukul 09.00 wita. Dua orang pengacara ikut mendampingi tersangka untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Sekitar pukul 16.00 wita, Camat Prabarda keluar dari ruang penyidik. Untuk selanjutnya digiring ke sel tahanan Mapolres Loteng.

“Tersangka kita tahan hingga 20 hari ke depan untuk tahap pertama dan bisa diperpanjang. Sampai menunggu berkas penyidikan dinyatakan lengkap,” sebut Kapolres Loteng.

Baca juga:  Dua Saksi Diperiksa Terkait dana rehabilitasi Gedung Asrama Haji Embarkasi Lombok

Namun ada kemungkinan penahanan tersangka bisa lebih cepat. Jika semua berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh Jaksa. “Kalau berkas sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa dan tidak ada rekomendasi yang perlu dilengkap, pekan kasus ini sudah bisa kita naikkan ke tahap dua. Sehingga berkas serta tersangka sudah bisa kita limpahkan ke jaksa,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tersangka dipanggil kembali untuk melengkapi berkas penyidikan sebelumnya. Sekaligus untuk memberikan kesempatan bagi tersangka untuk menyampaikan keterangan yang mungkin belum sempat disampaikan pada saat pemeriksaan sebelum-sebelumnya seputar penyidikan perkara yang menjeratnya.

“Mungkin saja ada beberapa keterangan yang mau disampaikan atau ditambahkan oleh tersangka. Nah, pada pemeriksaan kali inilah kesempatanya,” tambah Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK. Jadi materi pemeriksaan hanya mengulang saja hasil pemeriksaan sebelumnya. Siapa tahu ada keterangan yang mau dikoreksi ataupun ditambahkan oleh tersangka.

Baca juga:  Investasi Air Bersih Rp300 Miliar di Tiga Gili Jadi Temuan BPKP

Rafles menjelaskan, tersangka sendiri ditahan karena dikhawatirkan melarikan diri serta menghilangkan barang bukti. “Sesuai aturan yang ada tersangka dapat ditahan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Suryahadi, S.H., mengaku akan segera mengajukan permohonan penangguhan penahanan ke Polres Loteng. Dan, rencana tersebut sudah dikomunikasikan kepada tersangka maupun keluarga. “Penangguhan penahanan ini hak tersangka. Jadi besok (hari ini, red) surat pemohonan penangguhan akan kita layangkan,” jawabnya. (kir)