Rekonstruksi OTT Pungli Dana Masjid, Penyidik Pertegas Unsur Niat Jahat Tersangka

Polres Mataram menggelar rekonstruksi ulang operasi tangkap tangan dugaan pungutan dana bantuan masjid terdampak gempa dengan tersangka Lalu Basuki Rahman, Senin, 11 Maret 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Lalu Basuki Rahman, tersangka dugaan pungutan dana perbaikan masjid terdampak gempa memeragakan ulang perbuatannya. Reka ulang perbuatan PNS pada KUA Gunungsari ini dalam lima adegan. Rekonstruksi operasi tangkap tangan (OTT) ini untuk melengkapi kekurangan berkas penyidikan.

Rekonstruksi kejadian digelar di tepi Jalan Swakarsa, Kelurahan Taman Sari, Ampenan, Mataram, Senin, 11 Maret 2019. Polres Mataram memindahkan lokasi rekonstruksi dari lokasi tempat kejadian perkara di Desa Limbungan, Desa Taman Sari, Gunungsari, Lombok Barat untuk alasan keamanan. Kasatreskrim Polres Mataram AKP Joko Tamtomo menyebutkan, tersangka Basuki memeragakan lima adegan dugaan perbuatan tindak pidana korupsi.

“Ini untuk memperjelas unsur niar jahat tersangka. Bagaimana dia mulai menghubungi saksi sampai mengambil uang tersebut. Memperjelas runutan pengambilan uang,” jelasnya. Rekonstruksi dimulai dengan tersangka yang mengendarai sepeda motor matic tiba di lokasi. Seketika kemudian mengambil ponsel dan menelepon pengurus masjid Baiturrahman Limbungan Gunungsari.

Baca juga:  Korupsi Dana Bantuan Masjid, Vonis Banding Silmi Belum Penuhi Rasa Keadilan

Isi pembicaraan intinya pengurus masjid diminta membawa sejumlah uang. Jika tidak, dana bantuan yang sudah dikirim ke rekening masjid akan dialihkan ke masjid lain. Saksi pengurus masjid pun manut. Saksi kemudian datang sambil membawa tas kresek warna hitam. Tersangka Basuki lalu mengecek isinya. Setelah dipastikan ada dua lembar amplop putih mereka sepakat bubar.

Amplop yang masing-masing isinya uang tunai Rp5 juta ini kemudian dimasukkan ke dalam bagasi motor Basuki. Tak berselang lama anggota Polres Mataram datang menciduk tersangka. “Rekonstruksi ini untuk memenuhi petunjuk P-19 jaksa. Sebelumnya berkas tersangka Basuki dikembalikan karena belum lengkap. Petunjuknya soal mensrea (unsur niat jahat) itu tadi,” papar Joko.

Baca juga:  Korupsi Dana Bantuan Masjid, Vonis Banding Silmi Belum Penuhi Rasa Keadilan

Selanjutnya, imbuh dia, penyidik akan menuangkan berita acara rekonstruksi tersebut ke dalam berkas perkara Basuki. Melengkapi keterangan 12 saksi dan barang bukti lainnya. “Setelah ini pemberkasan lagi. Segera akan kita limpahkan lagi ke jaksa,” pungkasnya. Staf KUA Gunungsari Lalu Basuki Rahman tertangkap tangan meminta setoran dana bantuan masjid terdampak gempa.

Dia tertangkap tangan Senin (14/1) di Jalan Dusun Limbungan Selatan, Desa Taman Sari, Gunungsari, Lombok Barat sekitar pukul 11.00 Wita. Tersangka diduga memungut dana dari Masjid Baiturrahman Limbungan Selatan, Desa Taman Sari, Gunungsari, Lombok Barat, sebesar Rp10 juta; Masjid Nurul Huda Rp20 juta, Masjid Al-Ijtihad Rp10 juta, serta Masjid Quba’ dimintai kembali Rp9 juta. (why)