Anggota Kopasus asal Bima Gugur di Papua

Jenazah Sertu Anumerta Mirwariyadin disambut prosesi upacara militer di Denpasar Bali. (suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Anggota Komando Pasukan Khusus (Kopasus) asal Kabupaten Bima gugur di Papua, Kamis (7/3) lalu dalam kontak senjata dengan gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Jenazah tiba di Bandara Lombok International Airport (LIA) Jumat (8/3) malam dengan penyambutan upacara militer.

Anggota Kopasus itu diketahui bernama Mirwariyadin, berpangkat sersan dua (Serda), NRP 21150184631093 jabatan penembak runduk (Bakduk) unit 1/2/2/14. Almarhum asal Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima. Almarhum gugur dalam kontak tembak tepatnya pada titik CO. 0330-3181, Distrik Mugi, Kabupaten Nduga.

“Dalam kontak tembak tersebut satu anggota Kopasus, almarhum Mirwariyadin dari tim Nanggala 19 terkena Luka tembak di bagian perut,” kata Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramadhani saat prosesi penyambutan peti jenazah petang kemarin di Bandara LIA.

Baca juga:  NTB Masuk Fase Puncak Kekeringan Ekstrem

Keluarga besar TNI diakuinya berduka, karena kehilangan prajurit terbaik yang meninggal di medan tugas. Almarhum, katanya, dalam operasi itu masuk dalam Satgas Manggala 19, gugur bersama dua prajurit Kopassus lainnya.

Jenazah diberangkatkan dari Bandara Timika nenggunakan pesawat Garuda pukul 11.20 WIT, kemudian tiba di Bandara Ngurah Rai pukul 13.45 WITA.

Di Bandara Ngurah Rai dilaksanakan upacara penerimaan jenazah, selanjutnya jenazah dengan menggunakan Ambulance Garnizun Denpasar. Petang kemarin jenazah dibawa ke Bandara LIA dan disambut upacara militer lengkap dari unsur Polri, TNI AD khususnya Kopasus, TNI AL dan TNI AU.

Baca juga:  Cek Rehab Rekon Gempa, Kasad Evaluasi Kinerja Prajurit TNI

Ditambahkan Danrem, almarhum dinyatakan gugur dalam medan tugas dan dinyatakan naik pangkat menjadi Sersan satu (Sertu) Anumerta. Jenazah akhirnya tiba di Bandara LIA sekitar Pukul 20.50 Wita, langsung disambut upacara militer dipimpin Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani.

Selanjutnya jenazah akan dilanjutkan dibawa melalui jalur darat menuju daerah asalnya Bima. Di kampung halaman Almarhum direncanakan akan dilakukan upacara pemakaman dipimpin langsung Danrem.
(ars)